Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ad-Dawābb (الدواب): Makhluk hidup yang melata atau berjalan di muka bumi, mencakup seluruh hewan dan manusia.
- Syarr (شر): Paling buruk atau paling jahat.
- Kafarū (كفروا): Mereka yang mengingkari Allah dan rasul-Nya.
- Lā Yu'minūn (لا يؤمنون): Mereka tidak beriman dan tidak akan pernah beriman.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada kita bahwa makhluk yang paling buruk dan paling hina di sisi-Nya di antara semua makhluk yang berjalan di muka bumi ini adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, lalu mereka terus-menerus dalam kekafiran itu dan tidak mau beriman. Mereka adalah orang-orang yang telah tertutup hatinya, sehingga tidak ada satu pun tanda kebesaran Allah yang mampu melunakkan hati mereka. Bahkan meskipun mereka menyaksikan mukjizat yang nyata, mereka tetap berpaling dan enggan menerima kebenaran.
Mereka telah kehilangan fungsi akal, pendengaran, dan penglihatan yang seharusnya menjadi alat untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Akal mereka tidak digunakan untuk berpikir, telinga mereka tidak digunakan untuk mendengar nasihat, dan mata mereka tidak digunakan untuk melihat bukti-bukti keesaan Allah. Maka jadilah mereka lebih sesat daripada binatang ternak, karena binatang ternak pun masih mengikuti fitrahnya, sedangkan mereka menentang fitrah yang Allah tanamkan dalam diri mereka.
Ayat ini merupakan peringatan keras sekaligus kabar gembira bagi orang-orang beriman. Peringatan agar kita tidak meniru perilaku orang-orang kafir yang menutup diri dari kebenaran. Dan kabar gembira bahwa Allah membedakan dengan jelas antara hamba-Nya yang beriman dengan mereka yang ingkar. Orang beriman adalah makhluk yang paling mulia di sisi Allah, sedangkan orang kafir adalah yang paling hina.
Sungguh, betapa indahnya hidup ini ketika hati kita terbuka untuk menerima cahaya iman. Betapa mulianya kedudukan seorang mukmin yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ. Maka marilah kita jaga keimanan kita, perbanyak syukur atas nikmat hidayah yang Allah berikan, dan jangan pernah merasa cukup untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas keimanan kita. Karena iman adalah karunia terbesar yang tidak ternilai harganya, dan orang yang mendapatkannya adalah orang yang paling beruntung di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 53-57 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 55
Surat Al-Anfal Ayat 55 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah…Surat Ayat 55/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 53–57. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








