Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لِيُضِلَّ (liyudilla): Artinya menjadikan seseorang sesat atau menghukum dengan kesesatan.
- هَدَاهُمْ (hadāhum): Memberi petunjuk, yaitu taufik untuk beriman dan taat.
- مَا يَتَّقُونَ (mā yattaqūn): Perkara-perkara yang wajib dijauhi dan dihindari, baik berupa larangan maupun hal-hal yang membahayakan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini sebuah prinsip keadilan dan kasih sayang-Nya yang agung: Allah tidak akan pernah menjatuhkan hukuman kesesatan kepada suatu kaum setelah mereka diberi petunjuk dan hidayah, kecuali setelah Dia menjelaskan kepada mereka dengan terang dan jelas apa saja yang harus mereka takuti dan jauhi. Ini adalah bukti keadilan Allah yang sempurna—bahwa Allah tidak akan menghukum hamba-Nya tanpa adanya hujjah (alasan) yang jelas terlebih dahulu.
Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa sebagian sahabat yang memintakan ampunan untuk orang-orang musyrik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sebelum turunnya larangan yang tegas tentang hal tersebut. Allah tidak menyalahkan mereka atas perbuatan itu karena larangan belum datang. Namun setelah larangan itu dijelaskan, maka siapa yang tetap melanggarnya berarti telah layak mendapat hukuman.
Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab suci, dan menjelaskan hukum-hukum syariat—baik yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak. Tidak ada satu pun kebaikan yang diperintahkan kecuali telah dijelaskan, dan tidak ada satu pun keburukan yang dilarang kecuali telah diperingatkan. Maka setelah penjelasan itu datang, manusia tidak lagi memiliki alasan untuk berbuat maksiat.
Di akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi dari ilmu-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Ilmu Allah meliputi keadaan hamba-hamba-Nya sebelum dan sesudah penjelasan itu disampaikan, sehingga hukuman dan pahala yang Dia berikan selalu berdasarkan ilmu dan keadilan yang sempurna.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya keadilan dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak pernah menzalimi siapa pun, dan Dia tidak pernah menghukum seseorang tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu. Ini adalah kabar gembira bagi setiap muslim: selama kita belum mengetahui suatu larangan, Allah memaafkan kita. Namun ketika ilmu telah sampai, maka kewajiban kita adalah taat dan menjauhi larangan-Nya.
Maka marilah kita bersyukur atas nikmat hidayah yang telah Allah berikan kepada kita. Jangan pernah sia-siakan nikmat yang agung ini dengan bermaksiat kepada-Nya. Pelajarilah agama dengan sungguh-sungguh agar kita tahu apa yang harus kita takuti dan apa yang harus kita kerjakan. Karena Allah telah menjelaskan segala sesuatu dengan sempurna, maka tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya.
Ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kita. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Maka jadikanlah ilmu dan keyakinan ini sebagai pendorong untuk senantiasa istiqamah di jalan-Nya, menjauhi segala yang diharamkan, dan memperbanyak amal kebaikan. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas petunjuk-Nya dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesesatan. Aamiin.
📜 Ayat 113-117 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 115
Surat At-Taubah Ayat 115 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah…Surat Ayat 115/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 113–117. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







