Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَلْمِزُكَ: mencelamu, mengejekmu, atau mengkritikmu dengan cara yang tidak baik.
- الصَّدَقَاتِ: harta zakat dan sedekah yang dibagikan kepada yang berhak.
- يَسْخَطُونَ: marah, benci, dan tidak rela.
Tafsir Ayat:
Di antara orang-orang munafik itu ada sebagian yang suka mencelamu wahai Rasulullah dalam hal pembagian harta zakat dan sedekah. Mereka menganggapmu tidak adil dalam membagikannya, padahal engkau adalah orang yang paling adil dan jujur. Namun demikian, sikap mereka ini sebenarnya tidak didasari oleh keikhlasan atau kepedulian terhadap kemaslahatan umat, melainkan semata-mata karena kepentingan pribadi dan hawa nafsu.
Apabila mereka diberi bagian dari harta tersebut, mereka pun merasa senang dan diam, tidak lagi mencela. Tetapi apabila mereka tidak mendapat bagian yang mereka inginkan, tiba-tiba mereka marah besar dan menampakkan ketidaksenangan mereka dengan berbagai celaan dan hinaan. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak pernah tulus dalam beriman, sebab keimanan yang sejati tidak diukur dengan kepentingan duniawi semata. Orang yang benar-benar beriman akan menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya dengan lapang dada, baik ketika mendapat bagian maupun tidak.
Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya keikhlasan dalam beramal. Janganlah kita menjadi hamba yang hanya patuh ketika diberi, tetapi membangkang ketika tidak mendapat apa yang kita inginkan. Seorang mukmin sejati adalah ia yang ridha terhadap apa yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dalam segala keadaan, karena ia yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama. Betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang selalu ridha dan bersyukur dalam setiap keadaan. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang munafik yang hanya mencintai agama ketika mendapat keuntungan duniawi, tetapi berpaling ketika ujian datang. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang teguh, ikhlas, dan tidak mudah goyah oleh kepentingan sesaat.
Ketika kita menerima sesuatu, bersyukurlah. Ketika kita tidak menerima sesuatu, bersabarlah dan yakinlah bahwa Allah memiliki hikmah di balik semua itu. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati bukanlah terletak pada banyaknya harta yang kita peroleh, melainkan pada ketenangan hati dan kedekatan kita kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan ridha dalam segala keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 56-60 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 58
Surat Ayat 58/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 56–60. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







