Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَلْمِزُونَ: Mencela, mengejek, atau merendahkan.
- الْمُطَّوِّعِينَ: Orang-orang yang bersukarela (berinfak) dengan kerelaan hati.
- لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ: Tidak mendapatkan kecuali sekadar kemampuan mereka (sedikit namun sesuai kesanggupan).
- فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ: Maka mereka mengolok-olok dan menghina orang-orang tersebut.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengungkapkan salah satu perilaku buruk kaum munafik yang suka mencela dan merendahkan orang-orang beriman yang bersedekah. Mereka tidak pernah puas dan selalu mencari-cari kesalahan. Apabila ada orang kaya yang bersedekah dengan harta yang banyak, mereka menuduhnya riya' (pamer) dan mencari pujian. Sebaliknya, apabila ada orang miskin yang bersedekah dengan hasil jerih payahnya yang sedikit, mereka pun mengolok-olok dan berkata dengan nada menghina, "Apa gunanya sedekah sekecil ini? Sedekah kalian tidak ada artinya sama sekali!"
Mereka tidak memahami bahwa nilai sedekah di sisi Allah tidak diukur dari banyak atau sedikitnya harta, tetapi dari keikhlasan hati dan kesungguhan usaha. Orang miskin yang memberikan apa yang dia mampu—meskipun sedikit—jauh lebih mulia di sisi Allah daripada orang kaya yang memberi banyak tetapi hatinya tidak ikhlas.
Allah Subhanahu wa Ta'ala membalas perilaku hina mereka dengan firman-Nya: "سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ" — Allah akan membalas ejekan mereka dengan balasan yang setimpal, yaitu kehinaan dan azab di akhirat kelak. Dan bagi mereka "عَذَابٌ أَلِيمٌ" — azab yang sangat pedih dan menyakitkan, sebagai akibat dari kekufuran dan perilaku buruk mereka terhadap saudara-saudara mereka sesama muslim.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa perkara penting:
- Jangan pernah meremehkan amal kebaikan orang lain, sekecil apa pun amal tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." (HR. Muslim)
- Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Yang penting adalah keikhlasan dan kesungguhan, bukan jumlah atau besarnya.
- Jauhilah sifat suka mencela dan mengolok-olok, karena ini adalah ciri khas orang-orang munafik. Seorang mukmin sejati selalu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, bukan mengejek atau merendahkannya.
- Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap amal hamba-Nya. Tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pengawasan-Nya, dan tidak ada satu pun kejahatan yang tidak akan dibalas.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga untuk selalu menghargai setiap usaha kebaikan saudara-saudara kita, dan berusaha menjadi pribadi yang lembut hati, tidak mudah mencela, serta senantiasa menebarkan kebaikan dan kasih sayang di tengah-tengah masyarakat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Aamiin.
📜 Ayat 77-81 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 79
Surat At-Taubah Ayat 79 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang…Surat Ayat 79/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







