At-Taubah · 94/129
Terjemah Transliterasi — At-Taubah
يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ۝٩٤
ya`taziroona ilaikum izaa raja`tum ilaihim; qul laa ta`taziroo lan nu`mina lakum qad nabba annal laahu min akhbaarikum; wa sa yaral laahu `amalakum wa Rasooluhoo suma turaddoona ilaa `Aalimil Ghaibi washshahaadati fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta`maloon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • يَعْتَذِرُونَ (Ya'tadzirun): Mereka meminta maaf dengan mengemukakan berbagai alasan.
  • لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ (Lan nu'mina lakum): Kami tidak akan mempercayai kalian.
  • نَبَّأَنَا (Nabba-ana): Telah mengabarkan kepada kami.
  • عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ('Alimil-ghaibi wasy-syahadah): Yang Maha Mengetahui segala yang gaib (tersembunyi) dan yang tampak (nyata).

Tafsir Lengkap:

Wahai kaum mukminin, ketika kalian kembali dari medan jihad, orang-orang munafik yang tertinggal di belakang (tidak ikut berperang) akan segera mendatangi kalian dengan wajah berseri-seri, mengemukakan berbagai macam alasan dan uzur yang mereka karang untuk membenarkan ketidakikutsertaan mereka. Mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka memiliki halangan yang sah, padahal semua itu hanyalah kebohongan belaka.

Maka Allah memerintahkan Rasul-Nya ﷺ dan kaum mukminin untuk menjawab dengan tegas: "Janganlah kalian mengemukakan alasan-alasan palsu itu! Kami tidak akan pernah mempercayai ucapan kalian, karena Allah telah memberitahukan kepada kami hakikat keadaan kalian yang sebenarnya. Allah telah membuka tabir rahasia kalian melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi-Nya, sehingga kami mengetahui bahwa kalian adalah orang-orang yang berdusta."

Kemudian Allah mengingatkan mereka dengan ancaman yang sangat serius: "Allah dan Rasul-Nya akan senantiasa mengawasi amal perbuatan kalian setelah ini. Apakah kalian akan bertobat dari kemunafikan kalian dan kembali kepada keimanan yang tulus, atau kalian akan terus tenggelam dalam kebohongan dan kemunafikan? Semua itu akan terlihat jelas di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Kelak, setelah kalian mati, kalian akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tersembunyi dari-Nya, baik yang kalian sembunyikan dalam hati maupun yang kalian tampakkan di hadapan manusia. Pada hari itu, Allah akan memberitahukan kepada kalian seluruh amal perbuatan kalian dan membalasnya dengan balasan yang setimpal."

Saudaraku seiman, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa hinanya kedudukan orang-orang munafik yang selalu mencari-cari alasan untuk lari dari kewajiban. Mereka mengira dapat menipu manusia dengan ucapan manis dan sumpah palsu, namun mereka lupa bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan pernah mencari-cari alasan untuk meninggalkan kewajiban yang telah Allah tetapkan, baik itu kewajiban jihad, shalat berjamaah, zakat, atau amal-amal kebaikan lainnya. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan alasan-alasan kita, tetapi Dia ingin melihat kejujuran dan ketulusan hati kita dalam beribadah kepada-Nya.

Ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya senantiasa mengawasi setiap langkah kita. Jika kita bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah akan menerima tobat kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Namun jika kita terus-menerus dalam kemunafikan dan kebohongan, maka kelak kita akan menghadap Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu, dan pada hari itu tidak ada lagi alasan yang dapat menyelamatkan kita.

Maka marilah kita perbaiki niat kita, jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, serta senantiasa bersemangat dalam menunaikan segala perintah Allah. Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati terletak pada keikhlasan dan kejujuran kita di hadapan Allah, bukan pada penilaian sesaat dari manusia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dan istiqamah di atas jalan-Nya.



📜 Ayat 92-96 — At-Taubah

92وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنفِقُونَ
dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.
93۞ إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَن يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
94يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
95سَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ إِذَا انقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌ ۖ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
96يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۖ فَإِن تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.
At-TaubahIndeks Quran
129Ayat
MadaniyahRevelation
94Ayat

Terjemah — At-Taubah 94

Surat At-Taubah Ayat 94 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali…

Surat Ayat 94/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 92–96. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu