Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Idz (إِذْ): ketika, menunjukkan waktu terjadinya peristiwa tersebut.
- Inba'atsa (انْبَعَثَ): bangkit dengan cepat, bersegera, dan bergegas melakukan sesuatu.
- Asyqāha (أَشْقَاهَا): orang yang paling celaka dan paling buruk di antara kaumnya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan momen paling kelam dalam sejarah kaum Tsamud, yaitu ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit dengan penuh kesombongan dan kebencian untuk melaksanakan rencana jahatnya. Kata "inba'atsa" mengandung makna bahwa ia bergegas dengan cepat tanpa ragu-ragu, seolah-olah ada dorongan kuat dari dalam dirinya yang menggerakkan langkahnya menuju kehancuran.
Orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah seorang lelaki yang sangat durhaka dan hina akhlaknya. Ia adalah orang yang paling jahat dan paling sengsara di tengah kaumnya. Meskipun di antara kaum Tsamud banyak yang kafir dan membangkang, namun Allah menyebutnya sebagai "yang paling celaka" karena dialah yang berani maju untuk menunaikan aksi keji tersebut, yaitu menyembelih unta betina mukjizat Nabi Shalih 'alaihissalam.
Peristiwa ini terjadi setelah kaum Tsamud bersepakat untuk membunuh unta tersebut sebagai bentuk penentangan terhadap dakwah Nabi Shalih. Mereka telah diperingatkan bahwa unta itu adalah tanda kebesaran Allah dan bukti kebenaran risalah Nabi-Nya. Namun, kedurhakaan mereka telah memuncak, sehingga mereka tidak lagi menghiraukan peringatan tersebut.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita bahwa kehancuran suatu kaum sering kali dipicu oleh ulah segelintir orang yang paling jahat di antara mereka. Betapa pentingnya bagi kita untuk menjaga diri dari menjadi orang yang paling buruk di tengah masyarakat, dan sebaliknya berlomba-lomba menjadi hamba yang paling bertakwa dan bermanfaat bagi sesama.
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan keadilan-Nya yang sempurna tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Ketika azab turun menimpa kaum Tsamud, tidak seorang pun yang selamat, karena mereka semua telah meridhai perbuatan keji tersebut. Ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak pernah meridhai kemungkaran, meskipun kita tidak melakukannya secara langsung.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin untuk selalu berhati-hati dalam pergaulan, menjauhi orang-orang yang mengajak kepada keburukan, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya keselamatan hanya ada pada ketaatan, dan kehancuran itu dekat dengan kemaksiatan. Semoga Allah melindungi kita semua dari menjadi orang yang paling celaka dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang paling bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 10-14 — Asy-Syams
Terjemah — Asy-Syams 12
Surat Asy-Syams Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,Surat Ayat 12/15 — Asy-Syams الشمس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syams Dengarkan, Asy-Syams Terjemah, Asy-Syams mp3, Asy-Syams pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








