Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يُهْرَعُونَ : Bergegas dengan cepat dan tergesa-gesa.
- السَّيِّئَاتِ : Perbuatan keji, yaitu mendatangi sesama lelaki (homoseksual).
- أَطْهَرُ : Lebih suci dan lebih baik.
- لَا تُخْزُونِ : Janganlah kalian mencelakakan dan mempermalukan aku.
- رَجُلٌ رَّشِيدٌ : Laki-laki yang cerdas dan bijak yang dapat mencegah kemungkaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan kepada kita momen yang sangat genting dan penuh ujian dalam kehidupan Nabi Luth 'alaihissalam. Kaumnya yang telah tenggelam dalam kebejatan moral datang bergegas-gegas menuju rumahnya dengan niat jahat yang sangat keji, yaitu hendak mengganggu tamu-tamu mulia yang sedang bertandang. Mereka adalah para malaikat yang datang dalam bentuk manusia yang tampan. Sebelumnya, mereka memang sudah terbiasa melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh umat manusia sebelumnya, yaitu mendatangi sesama jenis laki-laki dengan syahwat, meninggalkan wanita yang merupakan pasangan yang halal dan fitrah.
Nabi Luth 'alaihissalam, dengan hati yang sangat sedih dan cemas, berusaha sekuat tenaga melindungi tamunya. Beliau berkata kepada kaumnya dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan: "Wahai kaumku, nikahilah putri-putriku ini, mereka lebih suci dan lebih halal bagi kalian daripada perbuatan keji yang kalian inginkan." Maksudnya adalah menikahlah dengan wanita-wanita secara halal, karena seorang nabi adalah bagaikan bapak bagi umatnya. Beliau kemudian menasihati mereka dengan sangat lembut: "Bertakwalah kepada Allah, takutlah akan azab-Nya, dan janganlah kalian menodai kehormatanku dengan mengganggu tamu-tamuku. Tidakkah ada di antara kalian seorang laki-laki yang berakal sehat dan bijaksana yang dapat mencegah kalian dari perbuatan keji ini?"
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita sejarah, tetapi mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Betapa besarnya pengorbanan seorang nabi dalam menjaga kehormatan tamunya dan menegakkan nilai-nilai kebaikan. Beliau rela menawarkan apa yang paling berharga demi menghindarkan umatnya dari perbuatan yang dimurkai Allah.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita tentang adab dan akhlak yang luhur dalam berdakwah. Nabi Luth tidak menghardik atau mencaci maki kaumnya, tetapi beliau menyeru mereka dengan panggilan yang penuh kelembutan, "Yaa Qaum" (Wahai kaumku), dan mengarahkan mereka kepada solusi yang halal dan suci. Ini adalah teladan bagi kita dalam menyampaikan kebenaran: dengan hikmah, kasih sayang, dan berusaha mencari jalan keluar yang terbaik bagi mereka yang sedang tersesat.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Jauhilah segala bentuk perbuatan keji yang dimurkai Allah, jagalah kesucian diri dan keluarga, serta peliharalah adab terhadap tamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perbuatan kita. Semoga kita senantiasa diberi keteguhan hati untuk berada di jalan yang lurus dan dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan. Aamiin.
📜 Ayat 76-80 — Hud
Terjemah — Hud 78
Surat Hud Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka…Surat Ayat 78/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








