Hud · 79/123
Terjemah Transliterasi — Hud
قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ ۝٧٩
Qaaloo laqad `alimta maa lanaa fee banastika min haqq, wa innaka lata`lamu maa nureed
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • مِنْ حَقٍّ (min haqqin): Artinya kebutuhan, keinginan, atau kepentingan. Dalam konteks ini, maksudnya adalah tidak ada keinginan atau kebutuhan terhadap wanita.
  • مَا نُرِيدُ (ma nuridu): Apa yang kami inginkan, yaitu perbuatan keji terhadap sesama lelaki.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan jawaban kaum Nabi Luth yang penuh dengan kesombongan dan kebejatan moral. Mereka berkata kepada Nabi Luth: "Wahai Luth, sesungguhnya engkau telah mengetahui sejak dahulu bahwa kami tidak memiliki keinginan atau kebutuhan sedikit pun terhadap putri-putrimu (perempuan-perempuan kaummu) untuk dinikahi. Dan sesungguhnya engkau pun benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya kami inginkan."

Ucapan mereka ini menunjukkan betapa mereka telah tenggelam dalam hawa nafsu yang menyimpang. Mereka dengan terang-terangan mengakui bahwa mereka tidak menginginkan wanita yang halal, dan mereka justru menginginkan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh makhluk mana pun sebelumnya. Mereka tidak malu-malu lagi, bahkan mereka menyatakan keinginan mereka yang bejat itu secara terbuka di hadapan Nabi Luth.

Ini adalah puncak kebejatan moral dan penolakan terhadap fitrah yang Allah ciptakan. Mereka menolak jalan yang halal dan memilih jalan yang dimurkai Allah. Padahal Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, lelaki dan perempuan, sebagai jalan yang suci dan diridhai untuk melanjutkan keturunan dan memenuhi kebutuhan biologis dengan cara yang mulia.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah kaum Nabi Luth ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran berharga bagi umat manusia hingga akhir zaman. Ketika manusia menolak fitrah yang Allah tetapkan dan memilih jalan yang menyimpang, maka mereka akan menuai kehancuran dan azab yang pedih.

Sebagai seorang muslim, kita patut bersyukur atas nikmat Islam yang mengajarkan kita jalan yang lurus dan bersih. Allah tidak pernah mengharamkan sesuatu kecuali karena di dalamnya terdapat mudarat bagi hamba-Nya, dan tidak pernah menghalalkan sesuatu kecuali karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kemaslahatan.

Marilah kita jaga diri, keluarga, dan masyarakat kita dari segala bentuk penyimpangan. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan tadabburi maknanya, agar hati kita senantiasa terikat dengan petunjuk Allah. Jauhilah pergaulan yang merusak, dan dekatilah majelis-majelis ilmu yang mengingatkan kita akan keagungan Allah dan balasan-Nya.

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah syahwat yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, dan semoga kita senantiasa istiqamah di atas jalan yang diridhai-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 77-81 — Hud

77وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit".
78وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ ۚ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
79قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki".
80قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ
Luth berkata: "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)".
81قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوا إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".
HudIndeks Quran
123Ayat
MakkiyahRevelation
79Ayat

Terjemah — Hud 79

Surat Hud Ayat 79 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai…

Surat Ayat 79/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu