Yusuf · 48/111
Terjemah Transliterasi — Yusuf
ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ ۝٤٨
Summa yaatee mim ba`di zaalika sab`un shidaaduny yaa kulna maa qaddamtum lahunna illaa qaleelam mimma tuhsinoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Shibād (شِدَادٌ): Tahun-tahun yang sangat sulit dan berat, yaitu masa kekeringan dan paceklik yang berkepanjangan.
  • Ta'kulna (يَأْكُلْنَ): Secara bahasa berarti "memakan", namun di sini maksudnya adalah tahun-tahun sulit itu menghabiskan dan melenyapkan persediaan makanan yang telah disimpan.
  • Tuḥṣinūn (تُحْصِنُونَ): Menyimpan dan memelihara dengan hati-hati, yaitu menyisihkan sebagian hasil panen untuk dijadikan benih.

Tafsir Lengkap:

Setelah tujuh tahun subur yang penuh keberkahan itu, Allah ﷻ memberitahukan melalui mimpi raja bahwa akan datang masa yang sangat berat: tujuh tahun kekeringan dan paceklik yang dahsyat. Pada masa itu, seluruh hasil panen yang telah kalian simpan akan habis dikonsumsi oleh penduduk, karena bumi tidak lagi menghasilkan tanaman yang cukup. Sungguh, tahun-tahun sulit itu akan "memakan" semua persediaan makanan yang telah kalian kumpulkan dengan susah payah pada masa subur.

Namun, Allah ﷻ yang Maha Pengasih memberikan petunjuk agar kalian menyisihkan sebagian kecil dari hasil panen itu—hanya seperlunya untuk dijadikan benih—supaya ketika masa sulit berakhir, kalian masih memiliki bibit untuk ditanam kembali dan memulai kehidupan yang baru. Inilah bentuk kasih sayang Allah yang mengajarkan hamba-Nya untuk bijak dalam mengelola rezeki, tidak boros, dan selalu berpikir panjang.

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga: bahwa kehidupan ini selalu berganti antara masa lapang dan masa sempit, antara kemudahan dan kesulitan. Orang yang beriman dan cerdas adalah ia yang memanfaatkan masa kelapangan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa kesulitan. Ia tidak menghabiskan semua nikmat yang ada, melainkan menyimpannya dengan bijak untuk masa yang akan datang.

Begitu pula dalam kehidupan kita sehari-hari, Islam mengajarkan kita untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan selalu menyisihkan sebagian rezeki untuk tabungan masa depan—baik tabungan duniawi maupun tabungan ukhrawi. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang bijak adalah yang menghisab dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.

Maka marilah kita jadikan kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam ini sebagai pelajaran berharga: bahwa dengan perencanaan yang matang, kehati-hatian, dan tawakal kepada Allah, kita dapat melewati segala badai kehidupan. Sesungguhnya Allah tidak akan membebani hamba-Nya melainkan sesuai dengan kemampuannya, dan Dia selalu memberikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa dan bersabar.



📜 Ayat 46-50 — Yusuf

46يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَّعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ
(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya".
47قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِي سُنبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
49ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur".
50وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ
Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka".
YusufIndeks Quran
111Ayat
MakkiyahRevelation
48Ayat

Terjemah — Yusuf 48

Surat Yusuf Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit,…

Surat Ayat 48/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu