Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- سَوْفَ: Kata ini menunjukkan makna masa depan yang agak jauh, dan di sini mengandung makna bahwa Nabi Ya'qub 'alaihissalam menunda permohonan ampunan tersebut hingga waktu yang paling mustajab, yaitu sepertiga malam yang terakhir (waktu sahur).
- أَسْتَغْفِرُ: Aku memohon ampunan.
- الْغَفُورُ: Maha Pengampun, yang menutupi dosa-dosa hamba-Nya.
- الرَّحِيمُ: Maha Penyayang, yang melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat.
Tafsir Ayat:
Setelah putra-putra Nabi Ya'qub 'alaihissalam mengakui kesalahan mereka dengan penuh penyesalan dan memohon kepada ayah mereka agar memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa mereka, maka dengan penuh kelembutan dan kasih sayang seorang ayah, Nabi Ya'qub 'alaihissalam menjawab: "Kelak aku akan memohonkan ampunan untuk kalian kepada Tuhanku." Beliau menunda permohonan ampunan tersebut hingga waktu sahur, yaitu sepertiga malam yang terakhir, karena pada waktu itulah doa lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau tidak menyegerakan permohonan itu saat itu juga, bukan karena marah atau enggan, tetapi karena ingin memilih waktu yang paling utama dan paling mustajab untuk berdoa.
Kemudian beliau menutup ucapannya dengan menyebut dua sifat Allah yang agung: "Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini merupakan pengakuan dan keyakinan yang mendalam bahwa Allah pasti akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dengan tulus, dan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.
Ayat ini mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran berharga:
- Keutamaan memilih waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti waktu sahur, karena doa pada waktu tersebut lebih dekat untuk dikabulkan.
- Tobat yang tulus akan diterima oleh Allah, sebagaimana Allah menerima tobat putra-putra Nabi Ya'qub yang telah menyesali perbuatan mereka terhadap saudara mereka, Nabi Yusuf 'alaihissalam.
- Sifat pemaaf dan kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya, yang tidak pernah putus meskipun anak-anaknya telah berbuat salah. Ini adalah teladan bagi setiap orang tua untuk senantiasa memaafkan dan mendoakan kebaikan untuk anak-anak mereka.
- Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah adalah Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya ajaran Islam ini! Ia mengajarkan kita untuk tidak pernah berputus asa dari ampunan Allah, sekalipun dosa kita begitu banyak. Allah selalu menunggu hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Maka marilah kita senantiasa memperbanyak istighfar, terutama di waktu sahur, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin.
📜 Ayat 96-100 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 98
Surat Yusuf Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya…Surat Ayat 98/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








