Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَدْعُونَ (mereka seru): Maksudnya, mereka yang disembah dan diseru oleh orang-orang musyrik, seperti para nabi, orang-orang saleh, dan malaikat.
- الْوَسِيلَةَ (wasilah): Sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, yaitu amal saleh dan ketaatan.
- يَبْتَغُونَ (mereka mencari/menuntut): Mereka bersungguh-sungguh mencari dan menginginkan.
- أَيُّهُمْ أَقْرَبُ (siapa di antara mereka yang lebih dekat): Berlomba-lomba untuk menjadi yang paling dekat kepada Allah.
- مَحْذُورًا (sesuatu yang harus diwaspadai/ditakuti): Azab yang sangat dahsyat sehingga setiap orang harus berlindung darinya.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, sadarlah! Sesungguhnya mereka yang kalian sembah selain Allah—baik para nabi, orang-orang saleh, maupun malaikat—mereka sendiri adalah hamba-hamba Allah yang sangat taat. Mereka tidak pernah merasa cukup dengan ibadah mereka, melainkan terus-menerus mencari jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Mereka berlomba-lomba dalam ketaatan, siapa di antara mereka yang paling dekat kepada rahmat Allah. Mereka berharap dengan penuh harap akan rahmat-Nya, dan hati mereka bergetar karena takut akan azab-Nya.
Maka bagaimana mungkin kalian menjadikan mereka sebagai sesembahan, sementara mereka sendiri adalah hamba yang membutuhkan rahmat dan takut akan azab Allah? Mereka tidak memiliki kuasa sedikit pun untuk memberikan manfaat atau menolak mudarat bagi diri mereka sendiri, apalagi bagi orang lain.
Ketahuilah, azab Allah itu benar-benar sesuatu yang harus diwaspadai dan ditakuti oleh semua makhluk. Tidak ada seorang pun yang aman dari azab-Nya, baik malaikat yang dekat maupun nabi yang diutus. Maka betapa bodohnya orang yang menjadikan makhluk yang takut akan azab itu sebagai pelindung dari azab Allah!
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah kita menggantungkan harapan kepada makhluk, sekalipun mereka adalah orang-orang saleh dan mulia. Karena mereka pun adalah hamba Allah yang senantiasa mencari wasilah (jalan) menuju Allah. Maka sudah sepantasnya kita meneladani mereka—bukan menyembah mereka—dengan cara beribadah kepada Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan, berharap rahmat-Nya, dan takut akan azab-Nya.
Ketika kita mencintai para nabi dan orang-orang saleh, cinta itu hendaknya mendorong kita untuk mengikuti jejak mereka dalam beribadah kepada Allah, bukan menjadikan mereka sebagai perantara yang disembah. Karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Dia tidak membutuhkan perantara untuk menerima doa hamba-Nya. Marilah kita panjatkan doa langsung kepada-Nya, dengan hati yang penuh harap dan rasa takut, karena Dialah satu-satunya yang berkuasa untuk mengabulkan segala permohonan.
📜 Ayat 55-59 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 57
Surat Al-Isra Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada…Surat Ayat 57/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








