Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Naritsu" artinya Kami mewarisi atau mengambil kembali.
- "Ma yaqul" artinya apa yang ia katakan, yaitu harta dan anak yang ia banggakan dan ucapkan dengan penuh kesombongan.
- "Farda" artinya seorang diri, sendirian tanpa harta, tanpa anak, dan tanpa penolong.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari jawaban Allah terhadap perkataan orang-orang kafir yang sombong dan angkuh. Mereka berkata dengan penuh kesombongan: "Aku pasti akan diberikan harta dan anak yang banyak di dunia maupun di akhirat." Maka Allah membantah dengan tegas: "Sekali-kali tidak! Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu."
Maknanya, Allah akan mencabut kembali semua yang mereka banggakan itu. Harta yang mereka kumpulkan dengan susah payah, anak-anak yang menjadi kebanggaan mereka, serta segala kemuliaan duniawi yang mereka andalkan—semuanya akan diambil oleh Allah dan menjadi warisan bagi orang lain setelah mereka binasa. Tidak ada satu pun yang dapat mereka bawa mati. Bahkan mereka sendiri akan datang menghadap Allah pada hari kiamat dalam keadaan farda, yaitu seorang diri, telanjang, tanpa alas kaki, tanpa harta, tanpa anak, tanpa keluarga, dan tanpa penolong sedikit pun.
Bayangkanlah, wahai saudaraku, betapa hinanya manusia yang di dunia ini merasa hebat dan sombong dengan harta dan keturunannya, namun di akhirat nanti ia datang sendiri dalam keadaan hina dan tidak memiliki apa-apa. Semua yang ia banggakan di dunia itu justru menjadi saksi atas kesombongannya dan menjadi beban yang memberatkannya di akhirat.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Janganlah sekali-kali kita tertipu oleh harta dan anak yang kita miliki di dunia ini. Semua itu hanyalah titipan Allah yang suatu saat pasti akan diambil kembali. Yang kekal hanyalah amal saleh dan ketakwaan kepada Allah.
Oleh karena itu, jadikanlah harta dan anak-anak kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai sumber kesombongan dan keangkuhan. Betapa banyak orang yang memiliki harta melimpah dan anak yang banyak, namun ketika ajal menjemput, ia pergi meninggalkan semuanya dalam keadaan sendiri. Tidak ada satu pun yang menemaninya kecuali amal perbuatannya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat agar kita tidak terlena dengan gemerlap dunia. Gunakanlah setiap nikmat yang Allah berikan untuk kebaikan dan ketaatan, agar kelak kita datang menghadap Allah dalam keadaan mulia, bukan dalam keadaan hina dan sendiri. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan tidak sombong dengan apa yang kita miliki. Aamiin.
📜 Ayat 78-82 — Maryam
Terjemah — Maryam 80
Surat Maryam Ayat 80 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan…Surat Ayat 80/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 78–82. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








