Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Kalla (كَلَّا): Kata sanggahan yang tegas, artinya "sekali-kali tidak" atau "tidak demikian". Ini adalah bantahan keras terhadap anggapan keliru orang-orang musyrik.
- Sayakfurūna bi'ibādatihim (سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ): "Mereka (sesembahan itu) akan mengingkari ibadah mereka (para penyembahnya)". Maksudnya, berhala-berhala itu akan mengingkari dan menolak segala bentuk penyembahan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik kepada mereka.
- Dhidhā (ضِدًّا): Lawan, musuh, atau sesuatu yang berlawanan. Dalam konteks ini berarti menjadi musuh yang menentang dan memusuhi.
Tafsir Lengkap:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Sekali-kali tidak!" — yakni tidaklah benar apa yang mereka sangka dan harapkan. Orang-orang musyrik itu mengira bahwa berhala-berhala yang mereka sembah akan menjadi penolong dan pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah. Mereka membayangkan bahwa sesembahan-sesembahan itu akan menjadi "tameng" kehormatan dan kekuatan bagi mereka. Namun Allah dengan tegas membantah anggapan sia-sia ini.
Allah menjelaskan bahwa pada hari kiamat kelak, justru terjadi hal yang sangat bertolak belakang dengan harapan mereka. "Mereka (sesembahan-sesembahan itu) akan mengingkari ibadah mereka" — berhala-berhala, patung-patung, dan segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah akan berlepas diri dan mengingkari segala bentuk penyembahan yang pernah ditujukan kepada mereka. Bahkan lebih dari itu, "mereka akan menjadi musuh yang menentang mereka" — sesembahan-sesembahan palsu itu justru akan menjadi saksi yang memberatkan dan musuh yang memusuhi para penyembahnya di hadapan Allah.
Betapa tragisnya keadaan mereka! Yang tadinya diharapkan menjadi penolong, justru berbalik menjadi lawan. Yang tadinya diagung-agungkan, justru menghinakan dan menjerumuskan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bahwa segala sesuatu yang dipuja dan disembah selain Allah — baik berupa berhala batu, patung, kuburan keramat, makhluk halus, hawa nafsu, harta benda, pangkat, maupun jabatan — pada hakikatnya tidak akan mampu memberikan manfaat sedikit pun, bahkan akan menjadi saksi yang memberatkan dan musuh yang memusuhi di akhirat kelak.
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan dengan hati yang jernih. Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk hanya bergantung kepada Allah Yang Maha Hidup, Maha Kuasa, dan Maha Menolong. Ketika kita berserah diri hanya kepada-Nya, maka Allah akan menjadi Pelindung, Penolong, dan Pembela kita di dunia maupun di akhirat. Tidak ada kekecewaan bagi orang yang bertawakal kepada Allah, karena Allah tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.
Jadikanlah ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memurnikan tauhid kita, menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas. Karena hanya Allah-lah satu-satunya tempat bergantung yang tidak akan pernah mengkhianati hamba-Nya. Semoga kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang dijauhkan dari kesyirikan dan dimudahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 80-84 — Maryam
Terjemah — Maryam 82
Surat Maryam Ayat 82 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya)…Surat Ayat 82/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 80–84. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








