Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- إِلَهُكُمُ (Ilaahukum): Sesembahan kalian, Tuhan yang berhak disembah.
- وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا (Wasi'a kulla syai-in 'ilman): Ilmu-Nya meliputi dan melingkupi segala sesuatu tanpa terkecuali, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa sesembahan kalian yang benar dan berhak disembah hanyalah Allah semata. Dialah Tuhan yang tiada Tuhan selain Dia, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Segala sesuatu yang kalian sembah selain Allah—baik berupa berhala, patung, bintang, atau makhluk lainnya—adalah batil dan tidak memiliki hak untuk disembah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sifat kesempurnaan yang mutlak, di antaranya adalah ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu. Ilmu Allah mencakup seluruh alam semesta, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang kecil maupun yang besar, yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Tidak ada satu pun makhluk yang luput dari pengetahuan-Nya, bahkan sehelai daun yang jatuh pun diketahui-Nya, dan tidak ada biji-bijian yang tersembunyi di dalam kegelapan bumi melainkan tercatat dalam ilmu-Nya.
Ayat ini merupakan seruan yang sangat agung kepada seluruh umat manusia agar mereka mengarahkan ibadah hanya kepada Allah, karena hanya Dialah yang memiliki sifat-sifat ketuhanan yang sempurna. Ketika seseorang mengenal Allah dengan ilmu yang benar, maka hatinya akan dipenuhi kecintaan dan ketundukan, serta jiwanya akan merasa tenang karena bersandar kepada Zat Yang Maha Mengetahui segala urusan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang inti dari akidah Islam, yaitu tauhid uluhiyah—mengesakan Allah dalam ibadah. Ketika kita meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, maka seluruh amal ibadah kita—baik shalat, doa, harapan, takut, cinta, dan tawakal—hanya ditujukan kepada-Nya. Ini adalah kunci kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu hendaknya menumbuhkan dalam diri kita rasa malu untuk berbuat maksiat, karena Allah senantiasa melihat dan mengetahui setiap perbuatan kita. Ia juga menumbuhkan keberanian untuk berbuat kebaikan, karena kita yakin bahwa Allah mengetahui usaha kita dan tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan sekecil apa pun.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman dan penyemangat dalam beribadah. Sesungguhnya ketenangan hati hanya akan didapatkan ketika kita berserah diri kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertauhid dengan benar dan beramal dengan ikhlas. Aamiin.
📜 Ayat 96-100 — Taha
Terjemah — Taha 98
Surat Ayat 98/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








