Al-Anbiya · 53/112
Terjemah Transliterasi — Al-Anbiya
قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ ۝٥٣
Qaaloo wajadnaaa aabaaa`anaa lahaa `aabideen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • وَجَدْنَا: Kami dapati/mendapati.
  • آبَاءَنَا: Nenek moyang kami, bapak-bapak kami.
  • لَهَا عَابِدِينَ: Orang-orang yang beribadah kepadanya (patung-patung itu).

Tafsir:

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan kaum Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika beliau bertanya kepada mereka tentang patung-patung yang mereka sembah. Mereka menjawab dengan jawaban yang menunjukkan kelemahan hujjah dan kebodohan mereka: "Kami mendapati nenek moyang kami menyembah patung-patung ini, maka kami pun ikut menyembahnya karena mengikuti jejak mereka."

Sungguh, ini adalah alasan yang sangat dangkal dan tidak berdasar. Mereka menjadikan kebiasaan nenek moyang sebagai dalil kebenaran, padahal kebenaran tidak diukur dengan banyaknya pengikut atau lamanya suatu tradisi. Kebenaran hanyalah apa yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui para rasul-Nya.

Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa taqlid buta (mengikuti tanpa ilmu) kepada nenek moyang atau tokoh-tokoh tertentu dalam perkara agama adalah kebiasaan buruk yang telah ada sejak zaman dahulu. Setiap generasi yang menyimpang selalu berlindung di balik warisan nenek moyang mereka. Padahal, seorang muslim yang cerdas adalah yang mau berpikir, merenung, dan mencari kebenaran dengan dalil yang sahih, bukan sekadar mengikuti tradisi turun-temurun.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan dialog ini dalam Al-Qur'an agar kita menjadi umat yang kritis dan cerdas, tidak mudah terpengaruh oleh kebiasaan yang menyimpang dari kebenaran. Kita diperintahkan untuk senantiasa bertanya: "Apakah perbuatan ini sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah?" Bukan sekadar "Apakah ini dilakukan oleh orang tua atau nenek moyang kita?"

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan, agar kita senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bukan pada adat istiadat atau tradisi yang bertentangan dengan syariat. Karena keselamatan kita di dunia dan akhirat hanya ada pada mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan pada warisan nenek moyang yang belum tentu benar. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita di atas jalan yang lurus.



📜 Ayat 51-55 — Al-Anbiya

51۞ وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
52إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
53قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ
Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".
54قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata".
55قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ
Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?"
Al-AnbiyaIndeks Quran
112Ayat
MakkiyahRevelation
53Ayat

Terjemah — Al-Anbiya 53

Surat Al-Anbiya Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".

Surat Ayat 53/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu