Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- التَّمَاثِيلُ (at-tamatsilu): Patung-patung atau berhala-berhala yang dibuat dan dibentuk menyerupai makhluk hidup.
- عَاكِفُونَ (ʿakifun): Orang-orang yang menetap dan terus-menerus berdiam diri di suatu tempat untuk beribadah, yaitu orang-orang yang tekun dan setia dalam beribadah kepada sesuatu.
Tafsir Ayat:
Ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya (Azar) dan kaumnya dengan nada mengingkari dan merendahkan: "Patung-patung apakah ini yang kalian buat dengan tangan kalian sendiri, lalu kalian berdiam diri dan tekun beribadah kepadanya dengan penuh kesetiaan?" Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan biasa, melainkan sebuah teguran keras yang penuh makna. Ibrahim ingin menyadarkan mereka bahwa mustahil akal yang sehat menerima kenyataan bahwa makhluk yang diciptakan oleh tangan manusia sendiri justru disembah dan diagungkan sebagai Tuhan. Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudarat, tidak bisa mendengar maupun melihat, dijadikan sebagai sesembahan?
Nabi Ibrahim memulai dakwahnya dengan cara yang sangat bijaksana. Beliau tidak langsung menghina atau mencaci berhala-berhala mereka, tetapi mengajukan pertanyaan yang menggugah akal dan fitrah mereka. Beliau ingin membuka mata hati mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang sangat tidak masuk akal dan jauh dari kebenaran. Inilah metode dakwah yang penuh hikmah: mengajak berpikir, merenung, dan menyadari kebatilan dengan cara yang santun namun tegas.
Sungguh, kisah ini mengandung pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa banyak di zaman sekarang ini manusia yang "menyembah" sesuatu selain Allah — entah itu harta, jabatan, hawa nafsu, atau bahkan patung-patung modern berupa gaya hidup dan materi. Mereka tekun dan setia (akif) kepada hal-hal tersebut, menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuknya, padahal semua itu tidak akan pernah memberikan kebahagiaan hakiki. Mari kita jadikan kisah Nabi Ibrahim ini sebagai cermin untuk selalu memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan yang tersembunyi maupun terang-terangan.
📜 Ayat 50-54 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 52
Surat Al-Anbiya Ayat 52 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah…Surat Ayat 52/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 50–54. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








