Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Jasadan (جَسَدًا): tubuh atau badan yang tidak bernyawa, atau bisa juga berarti makhluk yang memiliki tubuh fisik.
- Khālidīn (خَالِدِينَ): kekal, abadi, tidak pernah mati.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa para rasul yang diutus kepada umat-umat terdahulu—sebagaimana Nabi Muhammad ﷺ—adalah manusia biasa yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Mereka bukanlah makhluk dari jenis malaikat yang tidak membutuhkan makan dan minum. Allah tidak menjadikan mereka sebagai tubuh-tubuh yang tidak makan makanan, melainkan mereka makan dan minum sebagaimana manusia lainnya. Hal ini merupakan bantahan terhadap orang-orang musyrik yang mengingkari kerasulan manusia biasa, karena mereka menganggap mustahil seorang manusia menjadi utusan Allah.
Allah juga menegaskan bahwa para rasul itu tidaklah kekal hidup di dunia ini. Mereka mengalami kematian sebagaimana manusia lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah hamba-hamba pilihan yang menjalankan tugas suci, tetapi tetap tunduk pada sunnatullah (ketetapan Allah) berupa kematian. Kematian mereka bukanlah bukti bahwa mereka bukan utusan Allah, melainkan justru menunjukkan kesempurnaan tugas mereka yang telah ditunaikan.
Sungguh, dalam ayat ini terkandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Allah sengaja memilih para rasul dari kalangan manusia yang makan dan minum agar umat manusia dapat meneladani mereka dalam kehidupan sehari-hari. Jika para rasul adalah malaikat yang tidak makan dan minum, tentu manusia tidak akan mampu meniru ibadah dan akhlak mereka secara utuh. Namun dengan menjadikan mereka manusia biasa, setiap langkah kehidupan mereka menjadi teladan yang bisa kita contoh dalam segala aspek kehidupan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dia mengutus para rasul dari jenis manusia agar risalah yang mereka bawa dapat dipahami dan diamalkan dengan mudah. Dan meskipun mereka telah wafat, ajaran dan sunnah mereka tetap hidup dan menjadi cahaya petunjuk bagi kita hingga akhir zaman. Maka berbahagialah orang-orang yang menjadikan para rasul sebagai teladan dalam hidupnya, dan bersungguh-sungguhlah mengikuti jejak mereka dalam beribadah dan berakhlak, karena itulah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
📜 Ayat 6-10 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 8
Surat Al-Anbiya Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan,…Surat Ayat 8/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








