Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yahya: Nama putra Nabi Zakaria yang diberikan Allah sebagai mukjizat.
- Aṣlaḥnā lahū zaujahū: Kami perbaiki istrinya, baik dari segi fisik, akhlak, maupun kemampuannya untuk mengandung.
- Raghaban wa rahaban: Dalam keadaan berharap (rindu akan rahmat) dan takut (akan azab).
- Khāsyi‘īn: Orang-orang yang khusyuk, tunduk, dan merendahkan diri di hadapan Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa Nabi Zakaria yang memohon keturunan. Meskipun usianya telah lanjut dan istrinya mandul, Allah memberinya seorang putra yang diberi nama Yahya. Bukan hanya itu, Allah juga memperbaiki keadaan istrinya—menjadikannya subur dan mampu melahirkan setelah sebelumnya tidak bisa, serta memperbaiki akhlak dan fisiknya.
Kemudian Allah menyebutkan sebab utama dikabulkannya doa tersebut: keluarga ini (Zakaria, istrinya, dan putranya Yahya) adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan kebaikan. Mereka tidak menunda-nunda amal saleh, bahkan berlomba-lomba melakukannya. Mereka senantiasa berdoa kepada Allah dengan penuh harap akan rahmat dan karunia-Nya, serta takut akan siksa dan murka-Nya. Mereka juga orang-orang yang khusyuk, rendah hati, dan tunduk patuh kepada Allah dalam segala keadaan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Sungguh indah gambaran keluarga yang dirahmati Allah ini! Mereka adalah teladan bagi kita semua. Perhatikanlah: doa mereka mustajab bukan karena mereka sempurna tanpa cela, tetapi karena hati mereka selalu terpaut kepada Allah. Mereka bersegera dalam kebaikan, tidak malas dan tidak menunda-nunda. Mereka berdoa dengan keseimbangan yang indah—antara harapan dan rasa takut. Harapan membuat mereka bersemangat, dan rasa takut membuat mereka waspada dari kesalahan.
Saudaraku, mari kita jadikan keluarga Zakaria sebagai cermin. Jika kita ingin doa-doa kita dikabulkan, mari kita biasakan diri untuk bersegera dalam kebaikan—shalat di awal waktu, sedekah yang tidak ditunda, senyum yang tidak pelit, dan tolong-menolong yang tidak menunggu diminta. Mari kita hiasi doa kita dengan rasa harap yang tulus dan rasa takut yang mendalam. Dan yang terpenting, mari kita latih hati kita untuk khusyuk dan rendah hati di hadapan Allah, karena hanya dengan itulah ketenangan sejati akan hadir dalam hidup kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersegera dalam kebaikan, berdoa dengan penuh harap dan takut, serta khusyuk dalam beribadah. Aamiin.
📜 Ayat 88-92 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 90
Surat Al-Anbiya Ayat 90 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya…Surat Ayat 90/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 88–92. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








