Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Aḥyākum: Menghidupkan kalian, yakni mengeluarkan kalian dari ketiadaan menjadi ada.
- Yumītukum: Mematikan kalian, yakni mencabut nyawa kalian ketika ajal telah tiba.
- Yuḥyīkum: Menghidupkan kalian kembali, yakni membangkitkan kalian dari kubur pada hari kiamat.
- Kafūr: Sangat ingkar, sangat membantah nikmat, dan menutupi kebenaran dengan kekufuran.
Tafsir Ayat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan bersama firman Allah yang agung ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita tentang siklus kehidupan yang pasti dialami oleh setiap makhluk. Dialah satu-satunya Dzat yang telah menghidupkan kalian—padahal sebelumnya kalian tidak ada, tidak dikenal, dan tiada wujudnya. Dari setetes air yang hina, Allah menciptakan kalian menjadi manusia yang sempurna, dengan pendengaran, penglihatan, dan hati. Itulah awal mula kehidupan kalian.
Kemudian, ketika ajal telah tiba dan usia telah sampai pada batas yang ditentukan, Allah-lah yang mematikan kalian. Tidak ada satu pun yang dapat menunda atau mempercepat kematian itu. Lalu—dan inilah yang sering dilupakan oleh banyak manusia—Allah akan menghidupkan kalian kembali pada hari kebangkitan. Semua yang telah mati akan dibangkitkan dari kubur untuk dihisab, dihitung seluruh amal perbuatannya, lalu diberikan balasan yang setimpal. Yang berbuat baik akan mendapat surga, dan yang berbuat buruk akan mendapat neraka.
Setelah Allah memaparkan tiga fase kehidupan ini—penciptaan, kematian, dan kebangkitan—Allah menutup ayat ini dengan sebuah celaan yang halus namun dalam: *"Sungguh, manusia itu sangat ingkar."* Betapa banyak manusia yang melihat bukti-bukti kekuasaan Allah di sekelilingnya, namun tetap berpaling dan mengingkari nikmat-Nya. Mereka menyembah selain Allah, padahal Allah-lah yang memberi hidup, mematikan, dan akan menghidupkan kembali.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku, ayat ini adalah panggilan untuk merenung. Jika kita mampu melihat dengan mata hati, maka seluruh proses kehidupan ini adalah bukti nyata akan kebesaran Sang Pencipta. Tidakkah kita bertanya: siapa yang menciptakan kita dari tiada? Siapa yang menjaga detak jantung kita tanpa kita minta? Siapa yang akan membangkitkan kita setelah tulang-belulang hancur menjadi tanah? Itulah Allah, Rabb semesta alam.
Maka, di manakah letak kekufuran itu? Kekufuran bukan hanya berarti mengingkari Allah secara total, tetapi juga lalai dari mengingat-Nya, enggan bersyukur atas nikmat-Nya, dan merasa sombong dengan apa yang telah diberikan-Nya. Padahal setiap napas yang kita hirup adalah karunia, setiap detak jantung adalah rahmat, dan setiap pagi yang kita sambut adalah bukti kasih sayang-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur. Perbanyaklah istighfar, perbaikilah ibadah, dan janganlah kita termasuk golongan manusia yang kufur nikmat. Ingatlah, kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Ada kehidupan setelah kematian yang kekal abadi. Maka, siapkanlah bekal terbaik untuk hari pertemuan dengan Allah kelak. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur dan tidak termasuk orang-orang yang ingkar. Aamiin.
📜 Ayat 64-68 — Al-Hajj
Terjemah — Al-Hajj 66
Surat Al-Hajj Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu,…Surat Ayat 66/78 — Al-Hajj الحج (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hajj Dengarkan, Al-Hajj Terjemah, Al-Hajj mp3, Al-Hajj pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








