Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الصَّيْحَةُ (Ash-Shayhah): Suara atau teriakan keras yang mengguntur dan menghancurkan.
- غُثَاءً (Ghutsaa-an): Buih atau sampah kering yang terbawa air bah di permukaan sungai, lalu terdampar dan menjadi kering tak berguna.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman menceritakan nasib kaum 'Ad yang mendustakan rasul mereka, Nabi Hud 'alaihissalam. Mereka tidak berhenti dalam kesombongan dan keingkaran, hingga akhirnya datanglah azab yang telah dijanjikan. Suatu suara keras yang mengguntur dari langit menimpa mereka dengan kebenaran, yakni sebagai balasan yang setimpal atas kezaliman dan keangkuhan mereka. Suara itu begitu dahsyat hingga merobek hati mereka dan mencabut nyawa mereka seketika.
Allah lalu menjadikan mereka seperti *ghutsaa'* — buih dan ranting kering yang hanyut terbawa banjir, kemudian terdampar di tepian dalam keadaan hancur dan tidak berguna. Demikianlah, tubuh-tubuh mereka yang dahulu gagah perkasa berubah menjadi bangkai-bangkai yang tak berharga, berserakan bagaikan sampah yang diinjak. Tidak ada yang tersisa dari kejayaan mereka, tidak ada penolong, dan tidak ada yang membela mereka.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan doa dan pernyataan kehancuran: *"Maka jauhkanlah (dari rahmat) kaum yang zalim itu!"* Ini adalah kecelakaan dan kebinasaan bagi orang-orang yang melampaui batas, yang terus-menerus berada dalam kezaliman dan tidak mau kembali kepada kebenaran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita masa lampau, melainkan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita semua. Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan kepada kita bagaimana kesombongan dan keingkaran dapat menghancurkan suatu kaum yang bahkan memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Mereka yang dahulu merasa hebat dan tak terkalahkan, pada akhirnya menjadi seperti buih yang tak bernilai.
Renungkanlah, betapa Maha Kuasanya Allah. Satu suara saja sudah cukup untuk meluluhlantakkan mereka. Maka, janganlah sekali-kali kita merasa aman dari azab Allah karena kekuatan, harta, atau kedudukan yang kita miliki. Semua itu hanyalah titipan yang bisa dicabut kapan saja.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pengingat untuk senantiasa rendah hati, taat kepada Allah, dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Janganlah kita menjadi bagian dari kaum yang zalim, baik zalim kepada Allah dengan berbuat syirik, zalim kepada sesama manusia dengan menindas mereka, ataupun zalim kepada diri sendiri dengan terus-menerus berbuat dosa.
Sesungguhnya pintu taubat masih terbuka selama nyawa masih di badan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka bersegeralah kembali kepada-Nya, niscaya kita akan selamat dari azab yang pedih dan memperoleh kebahagiaan yang abadi di surga-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung dan dijauhkan dari segala bentuk kezaliman. Aamiin.
📜 Ayat 39-43 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 41
Surat Al-Mu'minun Ayat 41 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan…Surat Ayat 41/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 39–43. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








