Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- فَأَنَّى (fa-annā): Bagaimana mungkin? Kata ini menunjukkan keheranan dan pengingkaran atas sesuatu yang tidak masuk akal.
- تُسْحَرُونَ (tusḥarūn): Kalian disihir/dikena sihir, yaitu akal kalian dikaburkan sehingga tidak dapat berpikir jernih dan melihat kebenaran dengan jelas.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa orang-orang musyrik yang ditanya tentang siapa pemilik langit, bumi, dan segala isinya, mereka akan menjawab dengan jujur: "Semuanya milik Allah." Mereka mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemilik, dan Penguasa segala sesuatu. Namun, setelah pengakuan yang benar itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk menegur mereka dengan pertanyaan yang menusuk: "Kalau kalian sudah mengakui bahwa semuanya milik Allah, lalu mengapa kalian masih tersihir dan akal kalian dikaburkan?"
Maksudnya: Bagaimana mungkin kalian yang telah mengakui bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, masih saja berpaling dari ibadah kepada-Nya? Mengapa kalian menyembah berhala-berhala yang tidak memiliki apa-apa? Mengapa kalian mendustakan hari kebangkitan dan pembalasan, padahal kalian tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? Akal kalian seakan-akan tersihir, sehingga kebenaran yang jelas terlihat seperti kebatilan, dan kebatilan yang nyata terlihat seperti kebenaran.
Ini adalah sebuah kontradiksi yang sangat jelas dalam diri mereka. Mereka mengakui keesaan Allah dalam hal penciptaan dan kekuasaan, tetapi mereka menyekutukan-Nya dalam hal ibadah. Mereka mengakui bahwa Allah menghidupkan dan mematikan, tetapi mereka mengingkari bahwa Allah mampu membangkitkan manusia kembali setelah mati. Sungguh, ini adalah bentuk kebodohan yang sangat disayangkan, dan akal yang sehat pasti akan menolak kontradiksi semacam ini.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa indahnya cara Al-Qur'an berdialog dengan manusia. Ia mengajak mereka berpikir dengan menggunakan pengakuan mereka sendiri. Ketika seseorang sudah mengakui bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, maka langkah selanjutnya adalah konsekuensi dari pengakuan itu, yaitu beribadah hanya kepada-Nya dan membenarkan segala yang Dia kabarkan.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa iman itu harus konsisten. Jika kita mengakui Allah sebagai Rabb dan Pemilik kita, maka hendaknya kita tunduk dan patuh kepada perintah-Nya. Jangan sampai kita seperti orang yang tersihir, yang hatinya tertutup sehingga tidak mampu melihat kebenaran yang begitu terang.
Marilah kita jadikan pengakuan kita sebagai muslim sebagai pintu untuk meningkatkan ketakwaan. Setiap kali kita mengucapkan "Rabbana" (wahai Tuhan kami), ingatlah bahwa kita sedang berbicara kepada Pemilik segala sesuatu, yang tidak layak untuk didustakan dan tidak pantas untuk dimaksiati. Semoga Allah membuka hati kita untuk senantiasa istiqamah di atas kebenaran, dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesesatan yang memabukkan akal dan hati. Aamiin.
📜 Ayat 87-91 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 89
Surat Al-Mu'minun Ayat 89 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari…Surat Ayat 89/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 87–91. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








