Terjemah — Tafsir
أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ (apakah dalam hati mereka ada penyakit), أَمِ ارْتَابُوا (ataukah mereka ragu-ragu), أَن يَحِيفَ (bahwa Dia berlaku zalim/curang), الظَّالِمُونَ (orang-orang yang zalim).
Ayat yang mulia ini merupakan teguran keras dari Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap segolongan manusia yang berpaling dari hukum Allah dan Rasul-Nya. Allah mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengungkap tabir hati mereka yang sebenarnya. Apakah yang menyebabkan mereka enggan menerima keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? Apakah karena di dalam hati mereka terdapat penyakit nifaq (kemunafikan) yang menggerogoti keimanan? Ataukah mereka ragu-ragu terhadap kebenaran kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga mereka tidak percaya pada setiap keputusannya? Ataukah mereka takut bahwa Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zalim dan curang dalam menetapkan hukum sehingga mereka merasa dirugikan?
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan tegas membantah semua alasan tersebut. Bukan karena Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zalim—Mahasuci Allah dari segala kezaliman—tetapi sebab yang sebenarnya adalah mereka sendiri yang zalim. Kezaliman mereka terletak pada sikap mereka yang enggan tunduk kepada kebenaran, menolak hukum Allah, dan meminta hal-hal yang bukan hak mereka. Mereka lebih mementingkan hawa nafsu dan kepentingan duniawi daripada kepatuhan kepada syariat.
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan hukum Allah dan Rasul-Nya. Seorang mukmin sejati tidak akan ragu sedikit pun untuk menerima setiap ketetapan Allah dan Rasul-Nya, karena di dalamnya terkandung kemaslahatan dunia dan akhirat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Bijaksana dalam setiap ketetapan-Nya. Tidak ada satu pun hukum-Nya yang zalim, karena kezaliman berasal dari kebodohan dan kekurangan, sedangkan Allah Maha Sempurna ilmu dan keadilan-Nya.
Marilah kita renungkan, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Ketika kita menerima hukum Allah dengan lapang dada, hati kita akan merasakan ketenangan dan kedamaian yang hakiki. Sebaliknya, ketika kita menolak atau meragukan hukum Allah, hati kita akan senantiasa gelisah dan tidak pernah merasa puas. Maka jadilah hamba-hamba yang taat dan patuh, niscaya Allah akan meninggikan derajat kita di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rasul. Aamiin.
📜 Ayat 48-52 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 50
Surat An-Nur Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada…Surat Ayat 50/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








