Asy-Syu'ara · 74/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ ۝٧٤
Qaaloo bal wajadnaaa aabaaa `anaa kazaalika yaf`aloon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • بَلْ: kata yang menunjukkan perpindahan dari satu pembicaraan kepada pembicaraan lain, di sini berarti "bahkan" atau "sebenarnya".
  • وَجَدْنَا: kami dapati/mendapati.
  • آبَاءَنَا: nenek moyang kami / bapak-bapak kami.
  • كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ: demikianlah mereka berbuat.

Tafsir Ayat:

Ketika Nabi Ibrahim `alaihissalam` bertanya kepada kaumnya tentang berhala-berhala yang mereka sembah: "Apakah berhala-berhala itu mendengar doa kalian ketika kalian berdoa kepada mereka? Atau apakah mereka dapat memberikan manfaat atau mudarat kepada kalian?" — mereka tidak mampu menjawab dengan alasan yang logis. Mereka tidak bisa berkata bahwa berhala-berhala itu mendengar, memberi manfaat, atau menolak mudarat.

Maka dengan penuh kelemahan dan kebingungan, mereka hanya bisa menjawab: "Sebenarnya kami tidak punya alasan yang kuat, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian, yaitu menyembah berhala-berhala ini. Maka kami pun mengikuti jejak mereka dan meniru perbuatan mereka."

Mereka menjadikan tradisi nenek moyang sebagai hujjah (alasan) untuk mempertahankan kesesatan mereka. Padahal, mengikuti nenek moyang tanpa dalil dan kebenaran adalah kebodohan yang nyata. Seorang yang berakal tidak akan mengikuti kesesatan hanya karena itu dilakukan oleh para pendahulunya.


Nasihat dan Pelajaran:

Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahaya taqlid buta (ikut-ikutan tanpa dasar ilmu) dalam masalah agama. Betapa banyak orang yang tersesat dari jalan Allah hanya karena alasan "sudah dari dulu nenek moyang kami begini" atau "ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun".

Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk beribadah dengan ilmu dan dalil, bukan sekadar mengikuti adat kebiasaan. Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya pengikut atau lamanya tradisi, melainkan dengan apa yang dibawa oleh Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam hidup kita. Jangan biarkan tradisi yang bertentangan dengan syariat menguasai hati kita. Sesungguhnya kebahagiaan dunia dan akhirat hanya akan diperoleh dengan mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan dengan mengikuti jejak nenek moyang yang tidak berdasarkan ilmu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kita hidayah dan keikhlasan dalam beragama, serta menjauhkan kita dari sikap taqlid buta yang membinasakan. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 72-76 — Asy-Syu'ara

72قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ
Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
73أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"
74قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ
Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
75قَالَ أَفَرَأَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ
Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
76أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ
kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
74Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 74

Surat Asy-Syu'ara Ayat 74 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang…

Surat Ayat 74/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 72–76. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu