Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَارِغًا (fārighan): Kosong, yaitu kosong dari segala sesuatu kecuali dari ingatan dan kesedihan terhadap Musa.
- لَتُبْدِي بِهِ (latubdī bihī): Hampir saja ia menampakkan dan membocorkan rahasia tentang anaknya.
- رَبَطْنَا عَلَى قَلْبِهَا (rabathnā 'alā qalbihā): Kami kuatkan dan kami teguhkan hatinya dengan kesabaran dan ketenangan.
Tafsir Ayat:
Setelah bayi Musa dihanyutkan ke sungai dan akhirnya sampai ke istana Fir'aun, hati ibunda Musa menjadi kosong—kosong dari segala urusan dunia, dari segala kesibukan dan kenikmatan hidup. Yang tersisa di hatinya hanyalah Musa, putra kesayangannya. Ia tidak lagi memikirkan makanan, minuman, atau apa pun; pikirannya hanya tertuju pada anaknya yang kini berada di tangan musuh bebuyutannya.
Betapa berat ujian yang dirasakan seorang ibu yang kehilangan anaknya! Hatinya hampir saja meledak dan tidak mampu menahan rahasia itu. Ia nyaris berteriak di hadapan orang banyak, "Itu anakku!" Namun Allah Yang Maha Kuasa menahan dan meneguhkan hatinya dengan kesabaran yang luar biasa. Allah mengikat hatinya dengan tali ketenangan dan keimanan, sehingga ia mampu menahan diri dan tidak membocorkan rahasia yang dapat membahayakan putranya.
Allah melakukan semua ini agar ibunda Musa termasuk golongan orang-orang yang beriman kepada janji Allah, meyakini bahwa Allah pasti akan mengembalikan anaknya kepadanya. Allah telah berjanji dalam firman-Nya: *"Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya termasuk para rasul."* (QS. Al-Qashash: 7). Dan sungguh, Allah menepati janji-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana Allah menguji hamba-Nya yang beriman dengan ujian yang sangat berat, namun selalu disertai dengan pertolongan dan keteguhan hati. Ketika seorang ibu kehilangan anaknya, hatinya hancur dan pikirannya kacau. Tetapi Allah yang Maha Pengasih tidak membiarkan hamba-Nya tenggelam dalam kesedihan; Dia menguatkan hati siapa yang Dia kehendaki.
Dari kisah ini kita belajar bahwa di balik setiap ujian yang Allah berikan, selalu ada jalan keluar dan pertolongan. Allah tidak akan membebani seseorang melampaui batas kemampuannya. Ketika kita merasa berat menghadapi cobaan, ingatlah bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Allah akan mengikat hati kita dengan ketenangan dan keimanan, sebagaimana Dia lakukan kepada ibunda Musa.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai sumber kekuatan dan penghiburan. Jika Allah mampu meneguhkan hati seorang ibu yang kehilangan anaknya di tengah kekuasaan Fir'aun yang zalim, maka Allah pun mampu meneguhkan hati kita dalam menghadapi segala cobaan hidup. Bertawakallah kepada Allah, percayalah pada janji-Nya, dan yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sungguh, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar.
📜 Ayat 8-12 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 10
Surat Al-Qasas Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia…Surat Ayat 10/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








