Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qurratu 'ainin: Penyejuk hati, sumber kebahagiaan dan kesenangan.
- 'Asā: Mudah-mudahan, semoga.
- Yanfa'anā: Memberi manfaat kepada kita.
- Nattakhidzahu waladan: Mengangkatnya sebagai anak (mengadopsi).
- Lā yasy'urūn: Mereka tidak menyadari atau tidak mengetahui.
Tafsir Ayat:
Ketika bayi Musa yang ditemukan dalam peti di tepi sungai Nil dibawa ke hadapan Raja Firaun, para pembesar dan pengikut Firaun saling berpendapat tentang nasib bayi tersebut. Sebagian besar mereka, termasuk Firaun sendiri, merasa curiga dan ingin segera membunuhnya karena khawatir bayi ini akan menjadi ancaman bagi kerajaan mereka. Namun, di tengah suasana penuh ketegangan itu, Allah SWT menggerakkan hati istri Firaun yang bernama Asiah binti Muzahim—seorang wanita yang memiliki kelembutan dan kasih sayang—untuk membela bayi tersebut.
Dengan penuh kebijaksanaan dan kelembutan, ia berkata kepada Firaun: *"Bayi ini adalah penyejuk hatiku dan juga bagimu. Janganlah kalian membunuhnya! Mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita, atau kita jadikan dia sebagai anak angkat."* Perkataan ini begitu menyentuh hati Firaun sehingga ia pun mengurungkan niatnya untuk membunuh Musa. Akhirnya, bayi itu diselamatkan dan dirawat di istana, bahkan kemudian diangkat sebagai anak oleh keluarga kerajaan.
Yang sangat menakjubkan dalam kisah ini adalah bahwa Firaun dan seluruh pengikutnya tidak menyadari bahwa bayi yang mereka selamatkan dan besarkan itulah yang kelak akan menjadi sebab kehancuran mereka. Mereka tidak tahu bahwa di balik rahmat dan kasih sayang yang Allah tanamkan di hati istri Firaun, tersimpan rencana Allah yang Maha Kuasa untuk menghancurkan kezaliman dan kesombongan Firaun melalui tangan Musa AS sendiri.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh, ini adalah bukti nyata bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia melindungi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dengan cara yang tidak pernah terduga oleh akal manusia. Bayi yang lemah dan tak berdaya itu, yang nyaris dibunuh oleh penguasa paling zalim pada zamannya, justru diselamatkan dan dibesarkan di dalam istana musuhnya sendiri. Ini adalah bentuk penjagaan Allah yang sempurna terhadap Nabi Musa AS sejak ia masih dalam buaian.
Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa kasih sayang dan kebaikan hati adalah sifat yang sangat mulia. Istri Firaun, meskipun hidup di tengah keluarga yang zalim, memiliki hati yang bersih dan penuh belas kasih. Allah menjadikannya sebagai wasilah (perantara) keselamatan bagi seorang nabi. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang berbuat baik, dan Dia tidak pernah membiarkan kezaliman berlangsung selamanya.
Bagi kita, kisah ini menjadi penguat iman bahwa pertolongan Allah itu pasti datang, meskipun jalan keluarnya tampak mustahil. Allah yang menyelamatkan Musa dari kekejaman Firaun melalui istri Firaun sendiri, pasti juga akan menolong kita dari segala kesulitan dengan cara yang tidak kita sangka-sangka. Maka, tetaplah berpegang teguh kepada Allah, bertawakallah kepada-Nya, dan yakinlah bahwa Dia selalu bersama orang-orang yang beriman dan berbuat baik.
📜 Ayat 7-11 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 9
Surat Al-Qasas Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku…Surat Ayat 9/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








