Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- الْكِتَابَ (Al-Kitab): Yang dimaksud di sini adalah Al-Qur'an, kitab suci terakhir yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ (orang-orang yang telah Kami berikan kitab): Mereka adalah para ulama dan cendekiawan dari kalangan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang mengenal kitab-kitab suci mereka dengan benar.
- يَجْحَدُ (mengingkari/menolak): Penolakan yang disertai kesombongan, padahal di dalam hati mereka mengetahui kebenarannya.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sebagaimana Kami telah menurunkan kitab-kitab suci kepada para nabi sebelummu—seperti Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa—maka dengan cara yang sama pula Kami menurunkan Al-Qur'an kepadamu. Al-Qur'an ini datang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi penyempurna seluruh ajaran Allah.
Di antara Ahli Kitab yang benar-benar memahami isi kitab mereka, seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya dari kalangan Yahudi Madinah, mereka beriman kepada Al-Qur'an. Mengapa? Karena mereka menemukan dalam kitab suci mereka sifat-sifat dan ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan secara gamblang. Mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.
Demikian pula di antara orang-orang musyrik Arab—baik dari penduduk Mekah maupun lainnya—ada yang beriman kepada Al-Qur'an ketika mereka mendengar dan merenungkan ayat-ayatnya yang penuh hikmah.
Adapun yang mengingkari ayat-ayat Allah dengan segala bukti dan kejelasannya, maka tidak lain hanyalah orang-orang kafir yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan. Mereka sebenarnya mengetahui kebenaran, tetapi mereka memilih untuk menolaknya karena kepentingan duniawi, kedudukan, atau sekadar sikap keras kepala. Sebagaimana orang-orang Yahudi yang mengetahui bahwa Muhammad adalah nabi yang diutus Allah, namun mereka mengingkarinya karena iri dan dengki.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: hati yang bersih dan jujur akan selalu menemukan cahaya kebenaran. Kitab-kitab suci sebelumnya dan Al-Qur'an datang dari sumber yang sama, yaitu Allah Yang Maha Esa. Maka tidak ada alasan bagi orang yang benar-benar mencari kebenaran untuk menolak Al-Qur'an.
Perhatikanlah bagaimana para ulama Ahli Kitab yang ikhlas langsung beriman ketika melihat kebenaran Al-Qur'an. Mereka tidak terhalang oleh fanatisme golongan atau kepentingan pribadi. Ini menjadi teladan bagi kita semua: jadilah pencari kebenaran yang tulus, niscaya Allah akan membukakan pintu hidayah untuk kita.
Dan ingatlah, Al-Qur'an adalah kitab yang hidup, yang terus berbicara kepada setiap generasi. Ia adalah petunjuk, obat hati, dan cahaya bagi siapa saja yang mau merenungkannya. Maka jangan pernah ragu untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena di dalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman kepada kitab-Nya, mengamalkan ajarannya, dan istiqamah di atas jalan kebenaran hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 45-49 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 47
Surat Ayat 47/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 45–49. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








