Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- كَذَٰلِكَ (każālika): Demikianlah, seperti itulah.
- يَطْبَعُ (yathba'u): Memberi cap/meterai, menutup rapat.
- اللَّهُ (Allāh): Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- قُلُوبِ (qulūbi): Hati-hati.
- الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (alladzīna lā ya'lamūn): Orang-orang yang tidak mengetahui (kebenaran).
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari kisah orang-orang yang menolak kebenaran. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak mengetahui."
Maknanya: Sebagaimana Allah telah mengunci hati orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat-Nya ketika mereka meminta mukjizat tetapi tidak mau beriman, maka demikian pula Allah akan memberikan cap (meterai) di atas hati setiap orang yang tidak mau mengetahui kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang menolak untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, tidak mau mendengarkan nasihat, dan tidak mau menggunakan akal sehatnya untuk memahami bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ adalah benar dari sisi Allah.
Allah menutup hati mereka sebagai balasan yang setimpal atas kesombongan dan keengganan mereka untuk menerima kebenaran. Ini bukanlah kezaliman dari Allah, melainkan akibat dari pilihan mereka sendiri. Ketika seseorang terus-menerus berpaling dari kebenaran, maka hatinya semakin keras, dan akhirnya Allah mengunci mati hatinya sehingga tidak ada lagi kebaikan yang bisa masuk ke dalamnya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dicintai Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: hati itu ibarat tanah. Jika tanah subur dan dirawat, maka benih kebaikan akan tumbuh subur. Namun jika tanah itu keras dan berbatu, maka tidak ada benih yang bisa tumbuh di dalamnya. Demikian pula hati, jika kita senantiasa membuka diri terhadap ilmu, merenungkan ayat-ayat Allah, dan berusaha mengamalkan kebaikan, maka hati kita akan menjadi lembut dan mudah menerima hidayah.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga hati kita agar tidak tertutup dari cahaya iman. Caranya adalah dengan:
- Rajin menuntut ilmu — karena ilmu adalah kunci untuk mengenal Allah dan kebenaran.
- Merenungkan ciptaan Allah — langit, bumi, dan segala isinya adalah ayat-ayat Allah yang terbuka bagi siapa saja yang mau berpikir.
- Bergaul dengan orang-orang saleh — karena mereka akan mengingatkan kita ketika kita lalai.
- Memperbanyak doa — agar Allah senantiasa membukakan pintu hidayah dan menjaga hati kita tetap istiqamah di atas kebenaran.
Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang "tidak mengetahui" karena kesombongan dan keengganan untuk belajar. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membukakan hati kita untuk menerima kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat yang menyebabkan hati tertutup dari hidayah-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 57-60 — Ar-Rum
Terjemah — Ar-Rum 59
Surat Ar-Rum Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.Surat Ayat 59/60 — Ar-Rum الروم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rum Dengarkan, Ar-Rum Terjemah, Ar-Rum mp3, Ar-Rum pdf. Ayat 57–60. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








