Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Āżau Mūsā: Menyakiti dan mengganggu Nabi Musa 'alaihissalam dengan tuduhan-tuduhan keji.
- Fabarra'ahullāh: Maka Allah membersihkan dan membebaskannya dari tuduhan tersebut.
- Wajīhan: Memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Allah, serta doanya mustajab.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya! Janganlah kalian menyakiti Rasulullah Muhammad ﷺ dengan perkataan maupun perbuatan, baik dengan mencela, mendustakan, atau mengganggu beliau dalam bentuk apa pun. Janganlah kalian menjadi seperti kaum yang telah menyakiti Nabi Musa 'alaihissalam.
Mereka menuduh Nabi Musa dengan tuduhan-tuduhan batil dan keji, seperti menuduhnya menderita penyakit yang membuatnya malu, menuduhnya membunuh saudaranya Nabi Harun, bahkan menuduhnya sebagai tukang sihir dan orang gila. Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala membersihkan Nabi Musa dari semua tuduhan dusta itu dengan memperlihatkan kebenaran dan membuktikan kesuciannya. Allah menjadikan Nabi Musa sebagai hamba yang mulia dan terhormat di sisi-Nya, memiliki kedudukan yang tinggi, dan doanya tidak pernah tertolak.
Ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap mukmin: betapa besarnya kedudukan para nabi di sisi Allah, dan betapa kejinya perbuatan menyakiti mereka. Jika Allah membela Nabi Musa dari gangguan kaumnya, maka Allah juga akan membela Rasul-Nya Muhammad ﷺ dari segala bentuk gangguan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, marilah kita renungkan betapa agungnya akhlak yang diajarkan Islam ini. Allah melarang kita menyakiti para nabi dan rasul-Nya, bahkan melarang kita menyakiti sesama manusia. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi adab dan penghormatan.
Ketika kita mencintai Rasulullah ﷺ, kita harus membuktikannya dengan mengikuti sunnahnya, menjaga lisannya, dan tidak menyakiti sesama muslim. Rasulullah ﷺ adalah manusia paling mulia yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Mencintai beliau adalah bagian dari iman, dan menyakiti beliau adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah.
Jadilah hamba yang dicintai Allah dengan menjaga lisan dan perbuatan kita dari menyakiti orang lain, terutama para ulama dan pewaris para nabi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mulia dan dihormati, sebagaimana Dia memuliakan para nabi dan rasul-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 67-71 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 69
Surat Al-Ahzab Ayat 69 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang…Surat Ayat 69/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 67–71. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








