Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمَلَإِ الْأَعْلَى (al-mala' al-a'la): Para malaikat yang mulia di langit yang tinggi.
- يَخْتَصِمُونَ (yakhtashimun): Mereka berbantah-bantahan atau berdiskusi mengenai suatu perkara.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada kaummu: "Aku tidak memiliki pengetahuan sedikit pun tentang perbincangan dan perdebatan yang terjadi di kalangan malaikat di alam tinggi (langit) mengenai penciptaan Nabi Adam 'alaihissalam. Aku tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan, kapan hal itu terjadi, dan bagaimana rinciannya. Semua pengetahuan itu murni berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Aku hanya mengetahui hal ini karena Allah telah mewahyukan dan mengajarkannya kepadaku. Maka tidak ada alasan bagi siapa pun untuk meragukan kerasulan dan kebenaran wahyu yang aku bawa."
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu tentang hal-hal gaib, termasuk peristiwa penciptaan Adam dan dialog para malaikat, bukanlah sesuatu yang dapat diketahui oleh manusia melalui akal atau pengalaman semata. Ia adalah ilmu yang murni datang dari wahyu Ilahi. Ini sekaligus menjadi bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau menyampaikan berita tentang peristiwa yang tidak pernah disaksikan oleh siapa pun dari kalangan manusia, dan tidak mungkin diketahui kecuali melalui pemberitahuan dari Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.
Hikmah dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kejujuran dan keikhlasan seorang hamba. Rasulullah ﷺ dengan penuh ketawadhu'an mengakui keterbatasan ilmunya di hadapan ilmu Allah yang Maha Luas. Beliau tidak mengaku-ngaku mengetahui hal-hal gaib, melainkan semata-mata menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya. Inilah akhlak mulia seorang mukmin sejati — tidak mengaku tahu apa yang tidak ia ketahui, dan tidak berbicara tanpa dasar ilmu.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa agungnya kedudukan Al-Qur'an yang memberitakan kepada kita kisah-kisah masa lampau yang tidak pernah tercatat dalam sejarah manusia. Ini adalah bukti nyata bahwa Al-Qur'an benar-benar firman Allah, bukan karangan manusia. Maka sudah sepantasnya kita semakin mencintai Al-Qur'an, membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah ia sebagai petunjuk dan cahaya yang menerangi jalan hidup kita menuju keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
📜 Ayat 67-71 — Sad
Terjemah — Sad 69
Surat Sad Ayat 69 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al mala'ul a'la (malaikat)…Surat Ayat 69/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 67–71. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








