Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- Syurakā' mutasyākisūn: Sekutu-sekutu (tuan) yang saling berselisih dan bertengkar, berakhlak buruk.
- Salaman li rajul: Seorang budak yang menjadi milik penuh satu orang saja, tidak ada sekutu baginya.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ membuat sebuah perumpamaan yang sangat jelas dan dalam untuk membedakan antara keadaan orang musyrik dan orang mukmin. Beliau mengumpamakan dua orang budak: yang pertama adalah budak yang dimiliki oleh banyak tuan yang saling berselisih dan bertengkar. Setiap tuan menyuruhnya dengan kehendak yang berbeda-beda, sehingga budak itu bingung dan gelisah—jika ia menyenangkan salah satu tuannya, maka tuan yang lain akan marah. Ia hidup dalam kebingungan, kelelahan, dan tidak pernah merasakan ketenangan.
Adapun budak yang kedua adalah milik satu tuan saja, tidak ada sekutu baginya. Ia mengetahui keinginan tuannya dan apa yang diridhainya, sehingga ia hidup dengan tenang, tenteram, dan jiwanya merasa damai karena tidak ada pertentangan perintah.
Kemudian Allah bertanya: "Apakah kedua budak itu sama keadaannya?" Tentu saja tidak! Demikianlah perumpamaan orang musyrik yang menyembah banyak tuhan—ia selalu dalam kebingungan dan kesesatan, karena ia harus memuaskan banyak sesembahan yang saling bertentangan. Sedangkan orang mukmin hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, sehingga hatinya tenang, yakin, dan berada di atas jalan yang lurus.
Maka segala puji hanya milik Allah semata atas kejelasan hujjah dan kebenaran yang nyata ini. Namun kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat ini, karena itulah mereka tetap berbuat syirik kepada Allah dan tidak mau merenungkan perumpamaan yang agung ini.
Renungan dan Pelajaran:
Perumpamaan ini adalah salah satu bukti keindahan dan kedalaman Al-Qur'an dalam menyampaikan kebenaran dengan cara yang sangat mudah dipahami akal. Islam datang membawa ketenangan dan kedamaian hati, karena mengajarkan manusia untuk hanya bergantung kepada satu Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui. Tidak ada pertentangan dalam syariat-Nya, dan tidak ada kebingungan bagi hamba yang ikhlas beribadah kepada-Nya.
Maka marilah kita renungkan: siapa yang lebih bahagia? Orang yang hatinya dipenuhi oleh banyak tuhan dan keinginan yang saling bertentangan, atau orang yang hatinya hanya terikat kepada Allah Yang Maha Esa? Jawabannya sudah sangat jelas. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertauhid, yang hatinya tenang dalam ketaatan kepada-Nya, dan yang selalu bersyukur atas nikmat Islam yang agung ini.
📜 Ayat 27-31 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 29
Surat Az-Zumar Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh…Surat Ayat 29/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








