Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Lāṣṭafā (لَاصْطَفَىٰ): Sungguh akan memilih dan mengkhususkan.
- Subḥānah (سُبْحَانَهُ): Maha Suci Allah dari segala kekurangan dan hal-hal yang tidak layak bagi keagungan-Nya.
- Al-Qahhār (الْقَهَّارُ): Yang Maha Perkasa lagi Maha Menundukkan seluruh makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya yang mutlak.
Tafsir Ayat:
Andai saja Allah menghendaki untuk mengambil seorang anak—sebagaimana yang dipersangkakan oleh orang-orang musyrik yang mengklaim bahwa Allah memiliki anak—maka Dia tentu akan memilih dari apa yang Dia ciptakan siapa saja yang Dia kehendaki, tanpa harus mengkhususkan Maryam atau Isa sebagaimana yang mereka tuduhkan. Bahkan Dia mampu menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih utama dari itu semua untuk dijadikan sebagai anak. Namun, Allah Maha Suci dari segala sifat kekurangan dan mustahil bagi-Nya memiliki anak, karena memiliki anak berarti membutuhkan pasangan dan keturunan, sedangkan Allah tidak membutuhkan sesuatu pun.
Allah menyucikan diri-Nya dari kebohongan dan kebatilan yang mereka ucapkan. Dia adalah Allah Yang Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyamai-Nya, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Dia Maha Esa yang tidak beristri dan tidak beranak. Dia pula Al-Qahhār, Yang Maha Menundukkan seluruh makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya yang sempurna. Seluruh alam semesta tunduk dan patuh di bawah kehendak-Nya. Berbeda dengan manusia yang jika memiliki kekuatan atau kekuasaan, itu hanyalah terbatas dan sementara, bahkan manusia itu sendiri tetap berada dalam genggaman kekuasaan Allah dan tunduk kepada ketetapan-Nya dalam banyak hal.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa agungnya ayat ini dalam menegakkan akidah tauhid yang murni. Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang mengatur seluruh alam semesta dengan sempurna, Maha Suci dari segala kekurangan. Bagaimana mungkin Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Kaya itu memiliki anak, sedangkan anak adalah bagian dari kebutuhan dan kelemahan? Justru seluruh makhluk—manusia, malaikat, jin, dan seluruh alam—adalah hamba-hamba-Nya yang tunduk dan patuh kepada-Nya.
Marilah kita renungkan keesaan Allah dengan hati yang tenang. Ketika kita mengucapkan "Lā ilāha illallāh", kita sedang menegaskan bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Keyakinan ini adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semakin kita mengenal Allah melalui nama-nama-Nya yang indah—Al-Wāḥid (Yang Maha Esa) dan Al-Qahhār (Yang Maha Menundukkan)—semakin kokoh iman kita dan semakin tenang hati kita dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Karena kita yakin, segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, dan hanya kepada-Nya kita berserah diri.
📜 Ayat 2-6 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 4
Surat Az-Zumar Ayat 4 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih…Surat Ayat 4/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








