Az-Zumar · 43/75
Terjemahan Transliterasi — Surah Az-Zumar
أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ ۝٤٣
Amit takhazoo min doonillaahi shufa`aaa`; qul awalaw kaanoo laa yamlikoona shai`aw wa laa ya`qiloon
📖 Dalam Bahasa Melayu
Patutkah mereka (yang musyrik) mengambil yang lain dari Allah menjadi pemberi syafaat? Bertanyalah (kepada mereka): "Dapatkah yang lain dari Allah memberi syafaat padahal semuanya tidak pula mengerti (sebarang apa pun)?"

🎧 Dengar
📜

Terjemahan — Tafsir

Makna Perkataan:

  • Shufa'aa' (شُفَعَاءَ): Pemberi syafaat atau perantara yang diharapkan dapat memberikan pertolongan dan manfaat.
  • La yamlikuna syai-a (لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا): Tidak memiliki sesuatu pun, baik untuk diri mereka mahupun untuk orang lain.
  • Wa laa ya'qilun (وَلَا يَعْقِلُونَ): Tidak berakal, tidak memahami, tidak mendengar, tidak melihat — kerana ia adalah benda mati.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini menegur sikap orang-orang musyrik yang menjadikan berhala-berhala mereka sebagai pemberi syafaat di sisi Allah. Mereka menyembah patung-patung itu dengan harapan agar ia menjadi perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memenuhi hajat-hajat mereka. Allah menempelak perbuatan ini dengan penuh kehairanan: "Patutkah mereka menjadikan selain Allah sebagai pemberi syafaat?!"

Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk bertanya kepada mereka dengan nada penuh keinsafan: "Adakah kamu tetap menjadikan mereka sebagai pemberi syafaat walaupun mereka itu tidak memiliki apa-apa pun, tidak berkuasa memberi manfaat atau mudarat, dan tidak pula berakal untuk memahami ibadah kamu kepada mereka?!"

Mereka adalah benda-benda mati yang bisu, tidak mendengar, tidak melihat, tidak bercakap, tidak memberi manfaat, dan tidak memberi mudarat. Bagaimana mungkin makhluk yang sedemikian lemah dan hina dijadikan sekutu bagi Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui? Sungguh, ini adalah satu kebodohan yang amat besar dan satu kesesatan yang nyata.


Pengajaran dan Seruan:

Wahai saudara-saudara sekalian, renungkanlah! Hanya Allah yang layak disembah dan hanya Dia yang memiliki kuasa memberi syafaat. Syafaat itu milik Allah semata-mata, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Maka, janganlah kita mengharap pertolongan daripada makhluk yang tidak berkuasa, tidak berakal, dan tidak mampu menolong dirinya sendiri. Kembalilah kepada Allah dengan hati yang ikhlas, kerana Dialah satu-satunya tempat bergantung dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Sesungguhnya Allah sentiasa membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan penuh keinsafan.



📜 Ayat 41-45 — Surah Az-Zumar

41إِنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran yang menyatakan segala kebenaran (untuk menjadi panduan hidup) kepada umat manusia seluruhnya. Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beramal menurutnya), maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang sesat (tidak berpandu kepadanya), maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri; dan engkau (wahai Muhammad - hanyalah penyampai) bukanlah menjadi wakil yang menguasai (keadaan dan bawaan) mereka.
42اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya).
43أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ
Patutkah mereka (yang musyrik) mengambil yang lain dari Allah menjadi pemberi syafaat? Bertanyalah (kepada mereka): "Dapatkah yang lain dari Allah memberi syafaat padahal semuanya tidak pula mengerti (sebarang apa pun)?"
44قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Katakanlah (wahai Muhammad): "Syafaat itu semuanya hak kepunyaan Allah; Dia lah Yang Menguasai segala urusan langit dan bumi; kemudian kamu akan dikembalikan kepadaNya (untuk menerima balasan)."
45وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata (di dalam doa dan sebagainya), segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembira.
Az-ZumarIndeks Al-Quran
75Ayat
MakkiyahRevelation
43Ayat

Terjemahan — Az-Zumar 43

Surah Az-Zumar Ayat 43 - Baca, Dengar, Terjemahan, Melayu : Patutkah mereka (yang musyrik) mengambil yang lain dari Allah menjadi…

Surah Ayat 43/75 — Surah Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengar Terjemahan (Melayu). Dengar: Surah Az-Zumar Dengar, Surah Az-Zumar Terjemahan, Surah Az-Zumar mp3, Surah Az-Zumar pdf. Ayat 41–45. Dalam Bahasa Melayu: Bahasa Indonesia.




Al-Quran


Monday, September 7, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baik anda