Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ: jalan-jalan atau pintu-pintu menuju langit.
- فَأَطَّلِعَ: supaya aku dapat melihat dan menaiki.
- كَاذِبًا: dusta dalam pengakuannya bahwa ada Tuhan selain diriku.
- زُيِّنَ: dijadikan tampak indah dan baik.
- صُدَّ: dihalangi dan dipalingkan.
- تَبَابٍ: kebinasaan, kerugian, dan kehancuran total.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, kita menyaksikan betapa sombong dan bodohnya Fir'aun ketika menghadapi kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa 'alaihissalam. Ia berkata kepada pembantunya, Haman, dengan penuh keangkuhan: "Wahai Haman, bangunkanlah untukku bangunan yang sangat tinggi, agar aku dapat mencapai jalan-jalan menuju langit. Aku ingin naik dan melihat sendiri Tuhan yang disembah oleh Musa itu. Sesungguhnya aku benar-benar mengira bahwa Musa itu pendusta dalam dakwahnya yang mengatakan bahwa ada Tuhan di atas langit yang berhak disembah."
Subhanallah, betapa gelapnya hati manusia ketika ia menolak kebenaran. Fir'aun tidak mau merendahkan diri untuk berpikir, padahal akalnya sehat dan kerajaannya luas. Ia lebih memilih membangun menara tinggi daripada merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terbentang di hadapannya. Padahal, jika ia mau membuka mata hatinya, ia akan melihat bahwa langit, bumi, dan seluruh alam ini adalah bukti nyata akan keagungan Penciptanya.
Allah kemudian menjelaskan: "Demikianlah, perbuatan buruk Fir'aun itu dijadikan tampak indah di matanya, sehingga ia menganggap kebatilan sebagai kebenaran. Ia pun dihalangi dari jalan petunjuk dan kebenaran." Inilah akibat dari kesombongan dan keengganan untuk tunduk kepada Allah. Setiap kali ia mendengar kebenaran, ia semakin jauh darinya, karena hatinya telah tertutup oleh kebencian dan keangkuhan.
Pada akhir ayat, Allah menegaskan: "Dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian dan kebinasaan belaka." Segala siasat, kekuasaan, dan kebesaran yang ia banggakan itu pada akhirnya akan hancur berantakan. Ia akan tenggelam di laut bersama bala tentaranya, dan namanya akan dikenang sebagai pemimpin yang zalim dan sesat sepanjang sejarah.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Fir'aun ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pelajaran berharga bagi kita semua. Ia mengajarkan bahwa kesombongan dan keengganan untuk menerima kebenaran adalah awal dari kehancuran. Betapa banyak manusia yang tertipu oleh perbuatan buruknya sendiri, menganggap dirinya benar padahal ia berada dalam kesesatan yang nyata.
Marilah kita senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah, menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, dan tidak pernah merasa paling benar. Sesungguhnya, orang yang berbahagia adalah orang yang mau mendengar nasihat, merenungkan ayat-ayat Allah, dan segera kembali kepada-Nya ketika melakukan kesalahan. Jangan sampai kita seperti Fir'aun yang menutup mata dan telinga dari kebenaran, sehingga akhirnya ia binasa dalam kerugian yang abadi.
Semoga Allah melindungi kita dari kesombongan dan menanamkan dalam hati kita keikhlasan untuk selalu tunduk kepada kebenaran-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 35-39 — Gafir
Terjemah — Gafir 37
Surat Gafir Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan…Surat Ayat 37/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








