Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Jaa'alaha (وَجَعَلَهَا): Menjadikan atau menetapkan.
- Kalimah (كَلِمَةً): Kalimat, yaitu kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah" (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).
- Baqiyah (بَاقِيَةً): Kekal, abadi, tidak putus.
- Fi 'Aqibihi (فِي عَقِبِهِ): Pada keturunannya, anak cucunya.
- La'allahum (لَعَلَّهُمْ): Mudah-mudahan mereka, agar mereka.
- Yarji'un (يَرْجِعُونَ): Kembali, yakni kembali kepada tauhid dan ketaatan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan kisah perjuangan Nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam menegakkan kalimat tauhid. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Ibrahim menjadikan kalimat tauhid — "Laa ilaaha illallah" — sebagai kalimat yang kekal dan abadi di tengah-tengah keturunannya. Beliau tidak hanya mengucapkannya sekali lalu hilang, tetapi beliau mewasiatkannya, menanamkannya dalam jiwa anak cucunya, dan menjadikannya prinsip hidup yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Kalimat tauhid ini adalah inti dakwah seluruh para nabi dan rasul. Ibrahim 'alaihissalam berharap dengan kekalnya kalimat ini di tengah keturunannya, mereka akan kembali kepada Allah, bertobat dari kesyirikan dan kemaksiatan, serta senantiasa beribadah hanya kepada Allah semata. Beliau ingin agar keturunannya tidak pernah lepas dari cahaya tauhid, meskipun mereka mungkin tersesat pada suatu masa, namun akan ada di antara mereka yang senantiasa menjaga dan menghidupkan kalimat ini.
Ayat ini juga menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam, khususnya kaum Quraisy yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim. Ketika mereka menyaksikan bahwa nenek moyang mereka — Ibrahim — adalah seorang yang hanif (lurus) lagi muslim, dan telah mewasiatkan tauhid ini, maka sudah sepantasnya mereka kembali kepada agama yang lurus itu. Ini adalah bukti bahwa tauhid adalah warisan mulia yang harus dijaga dan dihidupkan dalam setiap generasi.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya perjuangan Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Beliau tidak hanya berhenti pada dirinya sendiri, tetapi beliau memastikan bahwa kalimat tauhid terus hidup di tengah keturunannya. Ini mengajarkan kita bahwa iman dan tauhid bukanlah warisan darah semata, melainkan warisan yang harus dijaga, diajarkan, dan ditanamkan dengan sungguh-sungguh.
Marilah kita meneladani Nabi Ibrahim dengan menjadikan kalimat tauhid sebagai fondasi kehidupan kita, mengajarkannya kepada anak-anak kita, dan memastikan bahwa generasi setelah kita tetap berpegang teguh pada agama Allah. Sungguh, tidak ada kebahagiaan sejati kecuali dengan mengenal Allah dan beribadah hanya kepada-Nya. Kalimat tauhid adalah kunci surga, dan barang siapa yang menjaganya dengan benar — baik ucapan maupun amalannya — maka ia akan meraih keberuntungan yang besar di dunia dan akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga kalimat tauhid dan mengamalkannya dengan istiqamah, serta menjadikan anak cucu kita sebagai generasi yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 26-30 — Az-Zukhruf
Terjemah — Az-Zukhruf 28
Surat Az-Zukhruf Ayat 28 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang…Surat Ayat 28/89 — Az-Zukhruf الزخرف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zukhruf Dengarkan, Az-Zukhruf Terjemah, Az-Zukhruf mp3, Az-Zukhruf pdf. Ayat 26–30. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








