Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تُعَذِّبْهُمْ (Engkau menyiksa mereka) — yaitu memberikan hukuman kepada mereka.
- عِبَادُكَ (hamba-hamba-Mu) — yaitu makhluk ciptaan-Mu yang berada sepenuhnya di bawah kekuasaan dan pengaturan-Mu.
- تَغْفِرْ لَهُمْ (Engkau mengampuni mereka) — yaitu menutupi dosa-dosa mereka dan memaafkan kesalahan mereka.
- الْعَزِيزُ (Maha Perkasa) — Yang tidak terkalahkan, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
- الْحَكِيمُ (Maha Bijaksana) — Yang Maha Tepat dalam segala keputusan dan perbuatan-Nya.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Isa 'alaihissalam mengucapkan kalimat yang penuh dengan ketundukan dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau berkata: *"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu"* — artinya, mereka adalah makhluk-Mu yang berada dalam genggaman kekuasaan-Mu, Engkau bebas berbuat terhadap mereka sesuai kehendak-Mu, dan tidak ada seorang pun yang dapat mempertanyakan atau menolak keputusan-Mu. Dan sesungguhnya mereka telah berbuat dosa yang pantas mendapat siksa, sehingga jika Engkau menyiksa mereka, itu adalah keadilan-Mu yang sempurna.
Kemudian beliau melanjutkan: *"Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"* — yaitu jika Engkau memberikan ampunan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka, maka itu adalah karunia dan keutamaan dari-Mu. Tidak ada yang dapat menghalangi ampunan-Mu, karena Engkau Maha Perkasa yang tidak terkalahkan, dan Engkau Maha Bijaksana dalam segala keputusan-Mu. Maka jika Engkau mengampuni, itu adalah keutamaan; dan jika Engkau menyiksa, itu adalah keadilan.
Ayat ini juga merupakan pujian dari Nabi Isa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahwa Allah memiliki sifat 'ilm (ilmu) yang sempurna, hikmah (kebijaksanaan) yang agung, dan keadilan yang mutlak. Beliau tidak meminta secara langsung agar mereka diampuni, tetapi beliau menyerahkan sepenuhnya urusan mereka kepada Allah, karena beliau tahu bahwa Allah lebih mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat indah tentang adab berdoa dan bermunajat kepada Allah. Lihatlah bagaimana Nabi Isa 'alaihissalam — seorang nabi yang mulia — ketika berdoa untuk kaumnya, beliau menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh kerendahan hati. Beliau tidak memaksakan kehendaknya, tetapi beliau mengakui keadilan Allah dan keutamaan-Nya.
Ini mengajarkan kita bahwa dalam berdoa, kita harus yakin sepenuhnya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Jika Allah memberikan ujian, itu adalah keadilan-Nya; dan jika Allah memberikan ampunan dan rahmat, itu adalah karunia-Nya. Keduanya sama-sama baik dari Allah.
Marilah kita senantiasa berprasangka baik kepada Allah dalam segala keadaan. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, karena ampunan-Nya lebih luas daripada dosa-dosa kita. Dan jangan pula merasa aman dari siksa-Nya, karena keadilan-Nya pasti tegak. Jadilah hamba yang seimbang antara harapan (raja') dan rasa takut (khauf) kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh para nabi dan rasul 'alaihimussalam.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman, yang diampuni dosa-dosanya, dan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 116-120 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 118
Surat Al-Maidah Ayat 118 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau,…Surat Ayat 118/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 116–120. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








