Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَرَاغَ (faraagha): berpaling atau pergi secara diam-diam dan tersembunyi.
- إِلَىٰ أَهْلِهِ (ilaa ahlihi): kepada keluarganya atau orang-orang yang bersamanya.
- عِجْلٍ سَمِينٍ (ijlin samiin): anak sapi yang gemuk dan berdaging tebal.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan tentang tamu-tamu mulia Nabi Ibrahim 'alaihis salam, yaitu para malaikat yang datang dalam bentuk manusia. Ketika Nabi Ibrahim melihat mereka tidak mau menyentuh makanan yang dihidangkan, beliau merasa takut dan khawatir. Namun kemudian beliau berpaling secara diam-diam dan tersembunyi menuju keluarganya, tanpa sepengetahuan para tamunya.
Beliau segera menyiapkan hidangan terbaik yang dimilikinya, yaitu seekor anak sapi yang gemuk dan sempurna dagingnya. Beliau menyembelihnya, memanggangnya dengan batu yang dipanaskan, lalu menyajikannya di hadapan para tamunya dengan penuh kehangatan dan keramahan. Beliau pun dengan lembut mempersilakan mereka untuk menikmati hidangan tersebut seraya berkata, "Tidakkah kalian makan?"
Peristiwa ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Beliau adalah sosok yang sangat dermawan, cepat dalam berbuat kebaikan, dan menjaga perasaan tamunya. Beliau tidak ingin mempermalukan mereka, justru beliau berusaha semaksimal mungkin untuk memuliakan mereka dengan hidangan terbaik yang ada.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam dalam ayat ini. Beliau mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memuliakan tamu, menyiapkan hidangan terbaik untuk mereka, dan melakukannya dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap balasan. Sikap beliau yang berpaling secara diam-diam menunjukkan bahwa kebaikan yang dilakukan secara tersembunyi itu lebih utama, karena menjaga keikhlasan dan tidak ingin dipuji.
Saudaraku, mari kita teladani akhlak mulia ini dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ada tamu datang, sambutlah dengan wajah ceria, sajikanlah yang terbaik dari apa yang kita miliki, dan janganlah merasa berat untuk berbagi. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang dermawan dan memuliakan sesama. Dengan memuliakan tamu, kita sedang menanam benih kebaikan yang akan berbuah manis di dunia maupun di akhirat. Semoga kita semua termasuk golongan yang senantiasa istiqamah dalam berbuat kebaikan dan memuliakan sesama, sebagaimana teladan para nabi dan rasul. Aamiin.
📜 Ayat 24-28 — Az-Zariyat
Terjemah — Az-Zariyat 26
Surat Az-Zariyat Ayat 26 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging…Surat Ayat 26/60 — Az-Zariyat الذاريات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zariyat Dengarkan, Az-Zariyat Terjemah, Az-Zariyat mp3, Az-Zariyat pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








