Al-Haqqah · 45/52
Terjemah Transliterasi — Al-Haqqah
لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ  ۝٤٥
La-akhaznaa minhu bilyameen
📖 Arti Bahasa Indonesia
niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • La akhadzna (لَأَخَذْنَا): Sungguh Kami akan mengambil/menangkap.
  • Bil-yamin (بِالْيَمِينِ): Dengan kekuatan dan kekuasaan (tangan kanan).

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini melanjutkan pembahasan tentang ancaman Allah kepada siapa pun yang berani mengada-adakan perkataan atas nama Allah. Jika sekiranya Rasulullah ﷺ —yang merupakan makhluk paling mulia di sisi Allah— berani mengaku-ngaku bahwa dirinya menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak Allah firmankan, maka Allah pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang sangat keras.

Makna "mengambil dengan tangan kanan" dalam ayat ini adalah Allah akan menangkapnya dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya yang sempurna. Dalam tradisi Arab, tangan kanan melambangkan kekuatan dan kekuasaan, karena kekuatan setiap makhluk berada pada bagian kanannya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melepaskan diri dari genggaman Allah apabila Allah telah berkehendak untuk menghukumnya.

Ayat ini juga mengandung pelajaran yang sangat penting bagi kita semua: bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dan tidak ada satu perkataan pun yang terucap melainkan diketahui oleh-Nya. Oleh karena itu, seorang mukmin harus senantiasa menjaga lisannya dari perkataan dusta, apalagi berani mengatasnamakan Allah tanpa ilmu.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan kejujuran dan amanah dalam menyampaikan ajaran agama. Jika seorang Rasul yang maksum saja diancam dengan hukuman yang demikian tegas apabila berdusta atas nama Allah, maka bagaimana lagi dengan kita yang penuh dengan kekurangan ini? Sudah sepatutnya kita menjadi pribadi yang jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, serta tidak pernah mengklaim sesuatu sebagai ajaran agama kecuali dengan dalil yang sahih.

Kabar gembiranya, Allah tidak pernah menjatuhkan hukuman tersebut kepada Nabi-Nya yang mulia, karena beliau adalah orang yang paling jujur dan paling amanah. Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang terjaga kemurniannya, dan Al-Qur'an yang kita baca hari ini adalah benar-benar firman Allah yang tidak ada keraguan di dalamnya. Maka berbahagialah kita yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an, karena ia adalah petunjuk yang akan membawa kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, niscaya kita akan selamat dari segala fitnah dan kesesatan.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 43-47 — Al-Haqqah

43تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
44وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ 
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
45لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ 
niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
46ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ 
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
47فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَٰجِزِينَ 
Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
Al-HaqqahIndeks Quran
52Ayat
MakkiyahRevelation
45Ayat

Terjemah — Al-Haqqah 45

Surat Ayat 45/52 — Al-Haqqah الحاقة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Haqqah Dengarkan, Al-Haqqah Terjemah, Al-Haqqah mp3, Al-Haqqah pdf. Ayat 43–47. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu