Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Ar-Rijzu: Azab yang ditimpakan Allah, berupa wabah penyakit (tha'un) yang menimpa kaum Fir'aun sebagai ujian dan peringatan.
- Bimā 'Ahida 'Indaka: Dengan perjanjian yang Allah tetapkan kepadamu, yaitu kenabian dan keistimewaan yang diberikan-Nya kepadamu.
- Lanu'minanna laka: Sungguh kami akan beriman kepadamu dan membenarkan apa yang engkau bawa.
- Lanursilanna ma'aka: Sungguh kami akan melepaskan dan membiarkan mereka pergi bersamamu tanpa halangan.
Tafsir Lengkap:
Ketika azab yang pedih menimpa Fir'aun dan kaumnya—berupa wabah penyakit yang melanda negeri mereka sebagai teguran dari Allah—mereka pun tersudut dan merasa takut. Dalam keadaan terdesak itu, mereka datang kepada Nabi Musa 'alaihis salam dengan penuh kerendahan, seraya berkata: "Wahai Musa, mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, dengan perantara kedudukan kenabian yang telah Dia anugerahkan kepadamu dan janji-Nya untuk mengangkat azab apabila kami bertobat. Sungguh, jika engkau berdoa dan Allah mengangkat azab ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan membenarkan segala yang engkau bawa, dan kami akan melepaskan Bani Israil untuk pergi bersamamu ke mana pun mereka kehendaki."
Namun, perlu direnungkan bersama, betapa cepatnya manusia berjanji ketika ditimpa kesulitan, tetapi betapa mudahnya pula mereka melupakan janji ketika kesulitan itu telah berlalu. Fir'aun dan kaumnya berjanji dengan mulut manis, tetapi hati mereka tetap keras dan penuh kesombongan. Mereka hanya beriman kepada Allah ketika azab menimpa, dan berpaling kembali ketika azab itu dicabut. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: janganlah kita menjadi hamba yang hanya ingat kepada Allah saat susah, lalu lupa kepada-Nya saat senang.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita tentang keutamaan doa dan kedudukan para nabi serta orang-orang saleh. Ketika Musa berdoa, Allah mengabulkan permohonannya, karena doa adalah senjata orang beriman. Namun, yang lebih penting lagi, ayat ini mengingatkan kita agar keimanan kita tidak didasari oleh keterpaksaan atau hanya saat menghadapi musibah. Iman yang sejati adalah iman yang lahir dari kesadaran hati, yang teguh dalam suka maupun duka, yang mengikat kita kepada Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.
Betapa indahnya jika kita senantiasa berpegang teguh pada janji kita kepada Allah, tidak seperti Fir'aun yang mengingkari janjinya. Mari kita jadikan setiap ujian yang Allah turunkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sekadar untuk melepaskan diri dari kesulitan, tetapi untuk meraih keridhaan-Nya yang abadi. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam iman dan selalu menepati janji kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 132-136 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 134
Surat Ayat 134/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 132–136. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








