Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ar-Rijz: Azab atau siksa yang ditimpakan kepada mereka, berupa wabah penyakit, belalang, kutu, katak, dan darah yang menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah.
- Ilā Ajalin: Sampai pada waktu yang telah ditentukan, yaitu masa sebelum kebinasaan mereka.
- Hum Bāligūhu: Mereka pasti akan sampai pada waktu tersebut, tidak dapat menghindar darinya.
- Yankutsūn: Melanggar atau memutuskan perjanjian yang telah mereka ikrarkan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan kondisi Bani Israil yang keras kepala dan ingkar, ketika mereka menyaksikan mukjizat-mukjizat Allah melalui Nabi Musa 'alaihissalam. Ketika azab menimpa mereka—baik berupa wabah, belalang, kutu, katak, maupun darah—mereka berteriak memohon kepada Musa agar berdoa kepada Rabbnya untuk mengangkat azab tersebut. Mereka berjanji dengan sungguh-sungguh: "Jika engkau menghilangkan azab ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti kami akan membebaskan Bani Israil untuk pergi bersamamu."
Namun, apa yang terjadi? Allah Yang Maha Penyayang mengabulkan permohonan mereka. Azab itu diangkat, dan mereka diberi kesempatan hingga waktu yang telah ditentukan—yakni saat kebinasaan mereka di laut. Akan tetapi, begitu azab itu hilang dan mereka merasa aman, mereka segera mengingkari janji mereka. Mereka kembali kepada kekufuran, tetap menolak beriman, dan enggan melepaskan Bani Israil. Sungguh, mereka adalah kaum yang tidak memiliki keteguhan iman dan tidak menepati janji.
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah yang tetap memberi mereka kesempatan, meskipun mereka terus-menerus berbuat zalim. Namun, mereka menyia-nyiakan rahmat itu dengan keingkaran yang berulang-ulang. Hingga akhirnya, ketika waktu yang dijanjikan itu tiba, Allah menenggelamkan mereka di laut sebagai balasan atas kekufuran dan pelanggaran mereka.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa banyak di antara kita yang hanya mengingat Allah ketika ditimpa kesulitan, lalu melupakan-Nya ketika kesulitan itu hilang. Padahal, Allah senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya, tetapi setan selalu menggoda manusia untuk kembali kepada kelalaian.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Jangan sampai kita termasuk golongan yang hanya beriman saat susah, namun kufur saat senang. Sesungguhnya, Allah Maha Penyayang lagi Maha Penerima Taubat. Pintu taubat terbuka lebar selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Maka, jangan tunda taubatmu, wahai saudaraku! Karena janji Allah pasti datang, dan waktu yang telah ditentukan tidak akan pernah meleset.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah di atas iman, menepati janji kepada-Nya, dan dijauhkan dari sifat munafik yang hanya beriman ketika mengharap manfaat duniawi. Aamiin.
📜 Ayat 133-137 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 135
Surat Al-A'raf Ayat 135 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas…Surat Ayat 135/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 133–137. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








