Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فِي الْفُلْكِ: di dalam kapal (bahtera).
- عَمِينَ: buta hati, tidak mampu melihat kebenaran meskipun bukti-bukti jelas terpampang.
Tafsir:
Setelah Nabi Nuh `alaihissalam` berdakwah kepada kaumnya dengan penuh kesabaran selama berabad-abad lamanya, menyeru mereka siang dan malam, dengan cara yang lembut maupun terang-terangan, namun mereka justru terus-menerus mendustakannya dan menolak kebenaran yang dibawanya. Mereka tidak hanya sekadar menolak, tetapi juga mengejek dan mengancam beliau. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa ketika mereka bersikeras dalam kekufuran dan kedustaan, Allah menyelamatkan Nabi Nuh beserta orang-orang yang beriman bersamanya di dalam bahtera yang telah Dia perintahkan untuk dibuat. Mereka selamat dari azab berupa banjir besar yang menenggelamkan segala sesuatu.
Sementara itu, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tetap berada dalam kesesatan mereka ditenggelamkan oleh Allah di dalam air bah tersebut. Mereka binasa dengan sebinasa-binasaannya sebagai balasan yang setimpal atas keingkaran mereka. Allah menjelaskan sebab kehancuran mereka: "Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta hati." Mereka memiliki mata yang dapat melihat, tetapi hati mereka tertutup dari kebenaran. Mereka tidak mau merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah, tidak mau mengambil pelajaran dari dakwah Nabi Nuh, dan tidak mau menggunakan akal sehat mereka untuk membedakan yang hak dan yang batil.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, kisah Nabi Nuh ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar dalam menghadapi cobaan. Kemenangan itu pasti datang, meskipun harus melalui ujian yang panjang. Sebagaimana Nabi Nuh bersabar selama bertahun-tahun berdakwah, kita pun diajak untuk teguh dalam kebenaran dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa kesombongan dan keengganan untuk menerima kebenaran adalah sebab kehancuran. Orang-orang yang buta hati tidak akan pernah mendapatkan petunjuk, meskipun mukjizat dan bukti-bukti yang nyata diperlihatkan kepada mereka. Maka, marilah kita senantiasa membuka hati kita untuk menerima cahaya Al-Qur'an, merenungkan ayat-ayat-Nya, dan menjadikannya pedoman hidup. Jangan biarkan hati kita menjadi buta karena kesombongan dan hawa nafsu. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman, selamat di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari azab yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 62-66 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 64
Surat Al-A'raf Ayat 64 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang…Surat Ayat 64/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








