Al-Ma'arij · 8/44
Terjemah Transliterasi — Al-Ma'arij
يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ ۝٨
Yawma takoonus samaaa`u kalmuhl
📖 Arti Bahasa Indonesia
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • As-Sama' (السَّمَاء): Langit.
  • Al-Muhl (الْمُهْل): Menurut para ulama tafsir, kata ini memiliki beberapa makna yang saling melengkapi, yaitu: ampas minyak (cakaran/zat kotor yang mengendap di dasar wadah minyak), atau logam (tembaga, perak, emas) yang dilebur dan dicairkan. Kedua makna ini menggambarkan sesuatu yang sangat panas dan mengerikan.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini melukiskan salah satu peristiwa dahsyat yang akan terjadi pada Hari Kiamat, yaitu keadaan langit yang berubah total dari apa yang kita kenal sekarang. Allah Ta'ala berfirman: *"Yauma takunus-sama'u kal-muhl"* — "Pada hari ketika langit menjadi seperti *al-muhl*."

Pada hari itu, langit yang tadinya kokoh dan indah dengan bintang-bintangnya, akan berubah menjadi sesuatu yang cair dan mendidih seperti ampas minyak yang sangat panas, atau seperti logam (tembaga dan perak) yang dilebur dalam tungku api yang menyala-nyala. Ia akan bergelombang, mendidih, dan memancarkan panas yang luar biasa. Ini adalah gambaran yang sangat menakutkan, yang menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah dan betapa dahsyatnya hari pembalasan itu.

Perhatikanlah, saudaraku! Langit yang begitu luas dan tinggi, yang selama ini kita lihat sebagai atap yang terpelihara, pada saat itu akan menjadi cair dan meleleh. Ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta ini hanyalah makhluk yang tunduk di bawah kehendak Allah. Tidak ada satu pun yang bisa bertahan dari kekuasaan-Nya. Jika langit saja bisa meleleh seperti itu, maka bagaimana lagi dengan keadaan manusia yang sedang menunggu hisab amal perbuatannya?

Gambaran ini bukan sekadar cerita untuk menakut-nakuti, tetapi sebuah peringatan yang sangat serius agar kita mempersiapkan diri. Hari itu pasti datang, dan tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya. Maka, marilah kita jadikan gambaran ini sebagai cambuk untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Mari kita perbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta menjauhi segala larangan-Nya. Karena pada hari itu, tidak ada yang bisa menolong kita selain amal dan rahmat Allah semata.

Semoga Allah melindungi kita semua dari dahsyatnya hari itu dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang selamat. Aamiin.



📜 Ayat 6-10 — Al-Ma'arij

6إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا
Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).
7وَنَرَاهُ قَرِيبًا
Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).
8يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,
9وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),
10وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,
Al-Ma'arijIndeks Quran
44Ayat
MakkiyahRevelation
8Ayat

Terjemah — Al-Ma'arij 8

Surat Al-Ma'arij Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,

Surat Ayat 8/44 — Al-Ma'arij المعارج (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'arij Dengarkan, Al-Ma'arij Terjemah, Al-Ma'arij mp3, Al-Ma'arij pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu