An-Naba · 20/40
Terjemah Transliterasi — An-Naba
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ۝٢٠
Wa suyyi raatil jibaalu fa kaanat saraaba
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ: gunung-gunung digerakkan dari tempatnya, dicabut dari akarnya, dan dihilangkan.
  • سَرَابًا: sesuatu yang tampak seperti air di kejauhan pada siang hari yang panas, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa. Ini menggambarkan sesuatu yang hancur lebur menjadi debu halus yang beterbangan.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang dahsyatnya hari kiamat, di mana gunung-gunung yang selama ini kokoh dan menjulang tinggi akan dicabut dari tempatnya, digerakkan seperti awan, lalu dihancurkan menjadi debu-debu halus yang beterbangan. Gunung-gunung yang dahulu tampak padat dan kuat itu akhirnya menjadi seperti fatamorgana (sarāb) — sesuatu yang terlihat ada namun sebenarnya tiada, hanya ilusi belaka.

Betapa besar kekuasaan Allah! Gunung yang begitu berat dan kokoh, yang tidak mampu diguncang oleh manusia, akan menjadi ringan dan hancur seketika dengan satu perintah-Nya. Ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta berada dalam genggaman kekuasaan Allah, dan tidak ada satu pun yang mampu bertahan menghadapi kehendak-Nya pada hari pembalasan nanti.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, bayangkanlah gunung-gunung yang megah dan kokoh — yang sering kita jadikan simbol kekuatan dan keabadian — ternyata pada hari kiamat akan menjadi debu yang beterbangan seperti fatamorgana. Jika gunung yang demikian kokoh saja tidak mampu bertahan, lalu bagaimana dengan kita manusia yang lemah dan penuh keterbatasan ini?

Hari kiamat adalah kepastian yang tidak boleh kita lupakan. Allah menggambarkan kejadian ini agar kita senantiasa ingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Janganlah kita terpedaya oleh kemegahan dunia yang fana ini, karena semua akan sirna. Yang kekal hanyalah amal saleh dan ketakwaan kita kepada Allah.

Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai cambuk untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan bekal menuju hari pertemuan dengan Allah. Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara di akhirat, sementara orang yang lalai akan menyesali kelalaiannya pada saat penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat hari akhir dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 18-22 — An-Naba

18يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,
19وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
20وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
21إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
22لِّلطَّاغِينَ مَآبًا
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
An-NabaIndeks Quran
40Ayat
MakkiyahRevelation
20Ayat

Terjemah — An-Naba 20

Surat An-Naba Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

Surat Ayat 20/40 — An-Naba النبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naba Dengarkan, An-Naba Terjemah, An-Naba mp3, An-Naba pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu