Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- لَا يَرْجُونَ: tidak mengharapkan, tidak takut, dan tidak meyakini.
- حِسَابًا: perhitungan amal perbuatan di hari kiamat.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini menggambarkan kondisi orang-orang kafir yang tenggelam dalam kelalaian dan keingkaran. Mereka adalah golongan yang tidak pernah membayangkan akan adanya hari perhitungan, tidak merasa takut sedikit pun terhadap hari pembalasan, dan tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka di dunia.
Mengapa mereka demikian? Karena hati mereka telah tertutup rapat oleh kekufuran dan kedustaan terhadap berita-berita para rasul. Mereka menganggap hidup ini hanya sekali saja, tidak ada kehidupan setelah mati, tidak ada surga yang menanti orang-orang beriman, dan tidak ada neraka yang mengancam orang-orang durhaka. Anggapan keliru inilah yang menjadikan mereka berani berbuat maksiat, menindas sesama, dan berpaling dari kebenaran.
Padahal, seandainya mereka mau merenung sejenak, niscaya mereka akan menyadari bahwa alam semesta yang begitu megah ini tidak mungkin diciptakan dengan sia-sia. Allah ﷻ tidak menciptakan langit dan bumi serta segala isinya tanpa tujuan. Pasti ada hari di mana setiap jiwa akan menerima balasan yang setimpal—kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan dibalas dengan kejahatan.
Sungguh, keyakinan akan adanya hari perhitungan adalah kunci ketenangan jiwa dan kemuliaan akhlak. Ketika seorang hamba meyakini bahwa setiap langkahnya diawasi dan setiap amalnya dicatat, maka ia akan berhati-hati dalam bersikap, jujur dalam berkata, dan ikhlas dalam berbuat. Ia akan merasa malu kepada Allah ﷻ untuk berbuat dosa, dan merasa tenang karena tahu bahwa kezaliman yang menimpanya kelak akan dibalas oleh Allah dengan keadilan-Nya yang sempurna.
Maka wahai saudaraku, janganlah kita termasuk golongan yang lalai akan hari perhitungan. Mari kita jadikan keyakinan akan hari akhir sebagai motivasi terbesar untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang paling cerdas adalah yang menghisab dirinya sendiri sebelum dihisab kelak, dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan diberi kemudahan dalam menghadapi hisab-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — An-Naba
Terjemah — An-Naba 27
Surat An-Naba Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,Surat Ayat 27/40 — An-Naba النبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naba Dengarkan, An-Naba Terjemah, An-Naba mp3, An-Naba pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








