Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tsamud: Nama kaum Nabi Shalih 'alaihis salam, mereka adalah bangsa Arab yang tinggal di daerah Al-Hijr (antara Madinah dan Syam).
- Jaabuu: Berasal dari kata *jauba*, artinya memotong, melubangi, atau menembus. Dari kata yang sama pula lahir kata *jaib* (kantong/saku baju) karena ia adalah lubang yang dipotong pada pakaian.
- Ash-Shakhra: Batu-batu besar yang keras, yaitu pegunungan batu.
- Al-Waad: Lembah, yaitu Wadi Al-Qura (lembah perkampungan) yang terletak di antara Madinah dan Syam, tempat tinggal kaum Tsamud.
Tafsir Lengkap:
Wahai manusia, perhatikanlah! Setelah Allah menyebutkan bagaimana Dia memperlakukan kaum 'Ad yang memiliki bangunan-bangunan tinggi di lembah-lembah, kini Allah mengajak kita merenungkan nasib kaum Tsamud. Mereka adalah kaum Nabi Shalih yang diberi kekuatan luar biasa untuk memotong dan melubangi batu-batu gunung yang sangat keras. Dengan keahlian yang menakjubkan, mereka menjadikan gunung-gunung batu itu sebagai rumah-rumah yang aman dan indah di lembah Wadi Al-Qura. Mereka hidup dengan kemewahan dan merasa bangga dengan kehebatan mereka.
Namun, saudaraku, kekuatan fisik yang luar biasa dan keahlian yang memukau tidaklah menyelamatkan mereka dari azab Allah ketika mereka mendustakan rasul-Nya dan terus-menerus dalam kesombongan. Batu yang keras tidak mampu melindungi mereka dari murka Allah. Mereka yang dulu dengan gagahnya memotong batu, akhirnya hancur lebur oleh azab yang dahsyat.
Inilah pelajaran berharga bagi kita semua: kekuatan, harta, dan keahlian apa pun yang kita miliki di dunia ini—betapa pun hebatnya—tidak akan mampu menolak ketetapan Allah. Justru yang menyelamatkan kita adalah keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah serta rasul-Nya. Janganlah kita tertipu oleh kemajuan teknologi, kecerdasan, atau kekayaan yang kita raih, karena semua itu hanyalah titipan dan ujian dari Allah.
Marilah kita jadikan kisah kaum Tsamud sebagai cermin. Mereka memiliki segalanya secara materi, namun karena mereka meninggalkan perkara agama dan mendustakan kebenaran, maka semuanya sia-sia. Sungguh, kebahagiaan sejati bukanlah pada kemampuan menaklukkan alam, melainkan pada kemampuan menundukkan hati kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan tidak sombong dengan apa yang telah Dia berikan. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Al-Fajr
Terjemah — Al-Fajr 9
Surat Ayat 9/30 — Al-Fajr الفجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fajr Dengarkan, Al-Fajr Terjemah, Al-Fajr mp3, Al-Fajr pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








