Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَعَقَرُوهَا (fa'aqaruha): Mereka menyembelih unta betina itu dengan memotong kaki atau tubuhnya. Ini menunjukkan kebiadaban dan keingkaran mereka yang sangat keterlaluan.
- تَمَتَّعُوا (tamatta'u): Nikmatilah, bersenang-senanglah, atau jalani kehidupan dengan segala kesenangannya.
- فِي دَارِكُمْ (fi darikum): Di tempat tinggal kalian, yaitu negeri atau kampung halaman kalian.
- غَيْرُ مَكْذُوبٍ (ghairu makdzub): Tidak didustakan, tidak mungkin diingkari, pasti terjadi.
Tafsir Ayat:
Setelah kaum Tsamud dengan sombong dan keras kepala menolak peringatan Nabi Shalih 'alaihissalam, mereka justru semakin melampaui batas dengan menyembelih unta betina mukjizat yang Allah keluarkan dari batu sebagai bukti kebenaran Nabi-Nya. Mereka tidak hanya mendustakan, tetapi juga berani menghancurkan bukti kekuasaan Allah itu dengan tangan mereka sendiri.
Maka saat itu juga Nabi Shalih berkata kepada mereka dengan ketegasan yang penuh hikmah: "Nikmatilah kehidupan kalian di rumah-rumah kalian selama tiga hari saja. Setelah itu, azab Allah pasti akan datang menjemput kalian." Ini adalah peringatan terakhir yang diberikan kepada mereka sebelum datangnya kebinasaan.
Allah menegaskan bahwa janji azab ini adalah janji yang benar dan pasti terjadi, tidak mungkin didustakan atau dihindari. Tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menolak ketetapan Allah. Sungguh, ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bahwa setiap ancaman dan janji Allah adalah kepastian yang tidak pernah meleset.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah kaum Tsamud ini mengajarkan kita betapa bahayanya kesombongan dan keingkaran terhadap kebenaran. Mereka diberikan mukjizat yang luar biasa, namun justru mereka hancurkan dengan tangan sendiri. Mereka diberi kesempatan dan tenggang waktu, namun mereka sia-siakan dengan terus berada dalam kemaksiatan.
Allah Maha Penyayang lagi Maha Pemberi Kesempatan. Dia selalu memberi waktu bagi hamba-Nya untuk bertobat, sebagaimana Dia memberi waktu tiga hari kepada kaum Tsamud setelah mereka menyembelih unta tersebut. Namun sayang, mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali ke jalan yang benar.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin diri. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang diberikan nikmat dan kesempatan, tetapi justru menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah. Sungguh, pintu tobat selalu terbuka selama nyawa masih di badan. Jangan tunggu azab datang, karena saat itu penyesalan tidak lagi berguna.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan ingkar, serta menjadikan kita hamba yang selalu taat dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 63-67 — Hud
Terjemah — Hud 65
Surat Hud Ayat 65 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian…Surat Ayat 65/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 63–67. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








