Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- قَمِيصِهِ (qamīṣihi): Kemeja atau baju yang dikenakan Yusuf.
- بِدَمٍ كَذِبٍ (bidamin kadzib): Darah yang dipalsukan, yaitu darah yang bukan darah Yusuf, dijadikan alat untuk berbohong.
- سَوَّلَتْ (sawwalat): Membujuk, memperindah, dan menjadikan sesuatu yang buruk tampak baik dalam pandangan.
- صَبْرٌ جَمِيلٌ (shabrun jamīl): Kesabaran yang indah, yaitu sabar tanpa keluhan kepada makhluk, hanya berserah kepada Allah.
- الْمُسْتَعَانُ (al-musta'ān): Zat yang dimintai pertolongan.
Tafsir Ayat:
Setelah saudara-saudara Yusuf melemparkannya ke dalam sumur, mereka kembali kepada ayah mereka, Nabi Ya'qub 'alaihissalam, dengan membawa kemeja Yusuf yang telah mereka lumuri dengan darah palsu—bukan darah Yusuf—sebagai bukti bohong bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Namun, Allah menjadikan kebohongan mereka terbongkar melalui tanda yang halus: kemeja itu tidak robek atau tercabik-cabik. Padahal, jika benar Yusuf diserang serigala, tentulah kemejanya akan koyak. Inilah bukti nyata yang menunjukkan kepalsuan pengakuan mereka.
Maka Nabi Ya'qub yang memiliki kecerdasan dan ketajaman hati, serta karunia Allah berupa ilham dan kesabaran, berkata kepada mereka: "Tidak! Kalian telah berdusta. Sesungguhnya hawa nafsu kalian telah memperindah perbuatan buruk ini sehingga tampak baik di mata kalian. Kalian telah melakukan sesuatu yang sangat keji terhadap Yusuf. Maka aku akan bersabar dengan kesabaran yang indah—kesabaran yang tidak disertai keluhan kepada sesama makhluk, tidak ada rasa putus asa, dan tidak ada protes terhadap takdir Allah. Aku hanya mengadukan urusanku kepada Allah semata. Dan hanya kepada Allah-lah aku memohon pertolongan untuk menghadapi segala apa yang kalian ceritakan dan tuduhkan tentang Yusuf."
Ayat ini mengajarkan kita bahwa kebohongan, sehebat apa pun direkayasa, pasti akan terbongkar oleh Allah. Kemeja yang tidak robek menjadi saksi bisu yang membongkar kedustaan mereka. Ini juga menunjukkan teladan agung dari Nabi Ya'qub: ketika diuji dengan musibah yang sangat berat—kehilangan putra kesayangannya—beliau tidak berkeluh kesah, tidak marah secara berlebihan, dan tidak membalas dengan kebencian. Beliau memilih jalan sabar yang indah dan berserah diri kepada Allah.
Sungguh, inilah pelajaran berharga bagi kita semua. Ketika menghadapi ujian hidup, baik berupa kehilangan, pengkhianatan, atau fitnah, hendaklah kita meneladani Nabi Ya'qub: bersabar tanpa mengeluh, berprasangka baik kepada Allah, dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya, pertolongan Allah itu dekat bagi orang-orang yang bersabar. Dan Allah Maha Mengetahui segala apa yang terjadi, meskipun manusia berusaha menutup-nutupinya dengan kebohongan.
📜 Ayat 16-20 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 18
Surat Yusuf Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu.…Surat Ayat 18/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








