Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata:
- نَسْتَبِقُ (Nastabiq): bermakna berlomba-lari dan memanah. Ini adalah kebiasaan orang Arab dalam berolahraga dan menguji ketangkasan.
- مَتَاعِنَا (Matā'inā): berarti perbekalan, pakaian, dan barang-barang bawaan mereka.
- بِمُؤْمِنٍ (Bimu'minin): berarti orang yang membenarkan atau mempercayai.
Tafsir Ayat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan bersama kisah pilu yang diucapkan oleh putra-putra Ya'qub kepada ayah mereka yang sudah lanjut usia. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dalam memanah dan berlari, dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang bawaan kami untuk menjaganya. Kami tidak bermaksud menelantarkannya, tetapi ketika kami asyik berlomba, tiba-tiba datanglah serigala dan menerkamnya hingga memangsanya habis."
Mereka kemudian menambahkan dengan nada yang menunjukkan perasaan tersinggung: "Dan engkau wahai ayah, tidak akan mempercayai kami meskipun kami berkata jujur, karena kecintaanmu yang begitu besar kepada Yusuf membuatmu selalu waspada terhadap kami."
Namun, wahai saudaraku, di balik kata-kata ini tersimpan kepalsuan yang sangat jelas. Ini adalah tipu daya yang dirancang rapi oleh saudara-saudara Yusuf untuk menutupi perbuatan mereka yang keji. Padahal, serigala yang mereka tuduh itu tidak mungkin memakan Yusuf tanpa meninggalkan bekas pakaiannya yang berlumuran darah, sementara mereka membawa baju Yusuf yang berlumuran darah palsu—bukan darah Yusuf, melainkan darah kambing yang mereka sembelih.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku, kisah ini mengajarkan kita betapa bahayanya kebohongan dan tipu daya. Allah Ta'ala Maha Mengetahui segala apa yang tersembunyi di dalam hati, dan tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan-Nya. Meskipun manusia dapat menipu sesamanya dengan kata-kata manis, namun Allah akan membongkar segala kepalsuan pada waktunya.
Kisah ini juga mengingatkan kita tentang kedudukan mulia para nabi. Nabi Ya'qub 'alaihissalam adalah seorang ayah yang penyayang dan bijaksana. Meskipun hatinya dipenuhi kesedihan mendalam, beliau tetap bersabar dan tidak serta-merta menerima ucapan anak-anaknya. Beliau menjawab dengan penuh kelembutan: "Bahkan dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang demikian itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."
Wahai saudaraku, marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga. Jauhilah sifat dusta dan khianat, karena keduanya adalah akhlak yang tercela dan akan membawa pelakunya kepada kehinaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, biasakanlah diri kita untuk selalu jujur dan amanah, karena kejujuran adalah jalan menuju kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan kita ke surga.
Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya setan dan hawa nafsu yang menyesatkan, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang jujur dan amanah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 15-19 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 17
Surat Yusuf Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan…Surat Ayat 17/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








