Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fadkhulū abwāba jahannama: "Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam." Pintu-pintu ini disebutkan dalam bentuk jamak (banyak) karena neraka memiliki beberapa pintu, dan setiap pintu diperuntukkan bagi golongan tertentu sesuai dengan kadar kekafiran dan kedurhakaan mereka.
- Khālidīna fīhā: "Mereka kekal di dalamnya" — artinya tinggal selama-lamanya tanpa ada akhir dan tanpa ada jalan keluar.
- Falabi'sa matswāl-mutakabbirīn: "Maka sungguh buruklah tempat tinggal orang-orang yang sombong" — yakni seburuk-buruk tempat menetap dan beristirahat.
Tafsir Ayat:
Setelah mereka menerima balasan berupa kehinaan di dunia dan disambut oleh para malaikat dengan ucapan yang menyakitkan, maka datanglah perintah yang tegas kepada mereka: "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam!" Setiap kelompok dari mereka diarahkan ke pintu yang sesuai dengan amal perbuatannya. Mereka tidak sekadar masuk lalu keluar, melainkan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Tiada henti, tiada istirahat, tiada keringanan, dan tiada harapan untuk terbebas.
Allah menutup ayat ini dengan pernyataan yang sangat menohok: "Maka sungguh buruklah tempat tinggal orang-orang yang sombong." Ya, neraka adalah seburuk-buruk tempat menetap bagi mereka yang dahulu di dunia menyombongkan diri, enggan menerima kebenaran, menolak beribadah kepada Allah semata, dan merasa tinggi hati untuk tunduk kepada perintah-Nya. Kini kesombongan mereka berbalik menjadi kehinaan yang abadi, dan keangkuhan mereka berubah menjadi penyesalan yang tak berkesudahan.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku, ayat ini adalah peringatan yang sangat keras bagi kita semua. Kesombongan adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Iblis pun diusir dari surga karena kesombongannya — ia merasa lebih mulia daripada Adam. Maka betapa celakanya orang yang mengikuti jejak Iblis dalam kesombongan!
Ketahuilah bahwa surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat yang memanjakan. Orang yang sombong merasa berat untuk merendahkan diri di hadapan Allah, merasa berat untuk shalat berjamaah, merasa berat untuk menerima nasihat, dan merasa berat untuk mengakui kesalahan. Padahal, kunci keimanan adalah ketundukan dan kerendahan hati.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk bagi jiwa kita. Jangan biarkan kesombongan bersarang di hati, karena ia akan menggiring kita menuju pintu-pintu neraka. Sebaliknya, mari kita hiasi diri dengan kerendahan hati, karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang tawadhu'. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meskipun sebesar biji sawi." Maka bersungguh-sungguhlah untuk membersihkan hati dari sifat tercela ini, agar kita termasuk golongan yang beruntung dan dijauhkan dari tempat tinggal yang buruk itu. Semoga Allah melindungi kita semua dari api neraka dan mengaruniakan kepada kita surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 27-31 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 29
Surat An-Nahl Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka…Surat Ayat 29/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








