Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Azwaajan (أَزْوَاجًا): Pasangan hidup, yaitu istri-istri yang diciptakan dari jenis manusia itu sendiri.
- Banin (بَنِينَ): Anak-anak laki-laki.
- Hafadah (حَفَدَةً): Cucu-cucu, atau anak dari anak, serta para pembantu dan penolong yang melayani dengan cepat.
- Ath-Thayyibat (الطَّيِّبَاتِ): Segala yang baik dan halal berupa makanan, minuman, dan rezeki yang lezat lagi bermanfaat.
- Al-Bathil (الْبَاطِلِ): Sesuatu yang sia-sia dan tidak benar, yaitu berhala-berhala dan segala bentuk kesyirikan.
- Ni'matullah (نِعْمَةِ اللَّهِ): Nikmat Allah yang melimpah, termasuk di dalamnya Al-Qur'an dan segala karunia-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, perhatikanlah dengan saksama! Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang tiada tara telah menciptakan untuk kalian pasangan hidup dari jenis kalian sendiri, yaitu para istri. Mengapa dari jenis kalian sendiri? Agar terjadi ketenangan, keharmonisan, dan saling melengkapi antara suami dan istri. Bukan dari jenis lain yang tidak bisa saling memahami, tetapi dari jenis yang sama agar tercipta rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam.
Kemudian, dari pasangan-pasangan kalian itu, Allah menganugerahkan anak-anak dan cucu-cucu. Bayangkanlah betapa indahnya kehidupan ini ketika seorang ayah melihat anak-anaknya tumbuh, kemudian menikah dan melahirkan cucu-cucu yang menjadi penyejuk mata dan penghibur hati. Cucu-cucu ini juga menjadi penolong dan pembantu bagi orang tua mereka, yang dengan penuh kasih sayang melayani dan berbakti. Ini semua adalah nikmat keluarga yang sangat agung yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya.
Dan bukan hanya itu, Allah juga melimpahkan rezeki yang baik-baik kepada kalian: buah-buahan yang segar, biji-bijian yang mengenyangkan, daging yang lezat, dan berbagai makanan halal lainnya yang menyehatkan tubuh dan menyenangkan jiwa. Semua ini adalah bukti nyata kasih sayang Allah yang tidak pernah putus kepada makhluk-Nya.
Setelah semua nikmat yang demikian besar ini, sungguh sangat disayangkan dan mengherankan! Masih ada di antara manusia yang lebih memilih mempercayai kebatilan, yaitu berhala-berhala dan sesembahan palsu yang tidak memberikan manfaat maupun mudarat sedikit pun. Mereka justru mengingkari nikmat Allah yang begitu banyak dan tidak terhitung jumlahnya. Mereka tidak bersyukur kepada Allah dengan cara mengesakan-Nya dalam beribadah, padahal segala yang mereka miliki berasal dari Allah semata.
Renungkanlah wahai saudaraku! Bagaimana mungkin seseorang yang telah diberi pasangan, anak, cucu, dan rezeki yang melimpah, kemudian berpaling dari Sang Pemberi nikmat dan justru menyembah patung-patung yang bisu dan tidak berdaya? Sungguh, ini adalah kebodohan yang sangat besar dan kezaliman yang nyata.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita sejenak merenungkan kehidupan kita. Setiap pagi kita bangun, kita dapati diri kita sehat, memiliki keluarga yang mendampingi, dan rezeki yang Allah berikan. Pernahkah kita benar-benar bersyukur atas semua ini? Pernahkah kita berterima kasih kepada Allah dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?
Islam mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur, karena Allah berfirman bahwa barang siapa bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya. Dan sebaliknya, barang siapa kufur, maka azab Allah sangatlah pedih. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini: mereka yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari nikmat Allah.
Marilah kita jadikan keluarga kita sebagai ladang pahala. Anak-anak dan cucu-cucu adalah amanah yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Didiklah mereka dengan akhlak yang mulia, tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadikan rumah kita sebagai tempat yang penuh dengan dzikir dan ketaatan, bukan tempat yang jauh dari nilai-nilai Islam.
Dan ingatlah, rezeki yang Allah berikan kepada kita bukanlah semata-mata untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Dengan bersedekah, harta kita akan semakin berkah dan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Subhanallah, betapa indahnya Islam yang mengajarkan keseimbangan antara syukur dengan lisan, hati, dan perbuatan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, yang mengesakan-Nya dalam beribadah, dan yang senantiasa berada dalam naungan rahmat-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 70-74 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 72
Surat An-Nahl Ayat 72 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan…Surat Ayat 72/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 70–74. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








