Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- رِزْقًا : rezeki, yaitu segala sesuatu yang bermanfaat bagi makhluk hidup, baik berupa makanan, minuman, maupun lainnya.
- مِنَ السَّمَاوَاتِ : dari langit, seperti air hujan yang menjadi sumber kehidupan.
- وَالْأَرْضِ : dari bumi, seperti tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan berbagai hasil bumi lainnya.
- لَا يَسْتَطِيعُونَ : mereka tidak mampu, tidak kuasa, dan tidak akan pernah bisa melakukannya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan betapa dangkalnya akal dan logika orang-orang musyrik. Mereka meninggalkan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pemberi Rezeki, lalu menyembah berhala-berhala yang terbuat dari batu, kayu, atau patung-patung yang mereka ukir dengan tangan mereka sendiri. Padahal, berhala-berhala itu sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memberikan rezeki kepada mereka, baik rezeki yang turun dari langit seperti hujan yang menyuburkan bumi, maupun rezeki yang tumbuh dari bumi seperti tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak.
Bahkan lebih dari itu, berhala-berhala tersebut tidak memiliki kekuasaan sedikit pun, tidak mampu berbuat apa-apa, tidak bisa menolong diri mereka sendiri apalagi menolong orang lain. Mereka adalah benda mati yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak mengetahui apa pun. Bagaimana mungkin sesuatu yang demikian lemah dan tidak berdaya dijadikan sebagai sesembahan selain Allah? Sungguh, ini adalah kebodohan yang sangat nyata dan kesesatan yang amat dalam.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah-lah yang menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tanaman dari bumi, dan mengatur segala urusan rezeki makhluk-Nya. Allah berfirman: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya" (QS. Hud: 6). Maka mengapa manusia berpaling dari Rabb Yang Maha Pemurah dan justru menyembah benda-benda yang tidak bermanfaat dan tidak mudarat?
Ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar senantiasa mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata. Janganlah kita terpedaya oleh kekuatan, harta, jabatan, atau apa pun yang kita anggap dapat memberikan rezeki kepada kita. Sesungguhnya semua itu hanyalah sebab, sedangkan yang memberikan rezeki hanyalah Allah. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Sungguh beruntung orang-orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dan memohon, karena mereka akan merasakan ketenangan hati dan kelapangan rezeki dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.
📜 Ayat 71-75 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 73
Surat An-Nahl Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan…Surat Ayat 73/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








